Chapnews – Nasional – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan klarifikasi terkait robot-robot polisi yang dipamerkan dalam upacara Hari Bhayangkara ke-79. Berita yang beredar menyebutkan anggaran pengadaan mencapai Rp3 miliar. Namun, Sigit membantahnya. "Anggaran robot itu tidak menggunakan anggaran negara, karena masih dalam tahap uji coba," tegasnya kepada wartawan, Selasa (8/7).
Pernyataan Kapolri ini menjawab polemik yang muncul di publik terkait biaya pengadaan robot-robot tersebut. Meskipun demikian, Sigit tidak menutup kemungkinan Polri akan melakukan pengadaan robot polisi di masa mendatang. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari adaptasi Polri terhadap perkembangan teknologi terkini. "Negara-negara maju sudah menggunakan robot untuk membantu tugas kepolisian, jadi kita juga harus siap beradaptasi," tambahnya.

Sebelumnya, berbagai jenis robot, mulai dari humanoid, robot anjing (I-K9), robot tank, hingga robot pertanian, dipamerkan dalam upacara tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa pengadaan robot merupakan bagian dari modernisasi Polri dan telah tertuang dalam rencana strategis (Renstra) Polri tahun 2025. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengadaan robot anjing (I-K9) telah dianggarkan untuk tahun 2026. "Renstra Polri 2025-2045 sudah memasukkan penggunaan robot untuk membantu tugas kepolisian. Untuk robodog, anggarannya sudah disiapkan untuk tahun 2026," jelasnya. Dengan demikian, klarifikasi Kapolri ini diharapkan dapat meredam spekulasi publik terkait biaya pengadaan robot polisi yang sebenarnya masih dalam tahap uji coba.

