Chapnews – Ekonomi – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memberikan klarifikasi terkait rencana pembelian 50 pesawat Boeing terbaru menyusul kesepakatan negosiasi tarif impor antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menetapkan tarif 19 persen. Kesepakatan ini, menurut Prabowo, merupakan langkah strategis untuk memperkuat armada Garuda Indonesia.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, menyatakan bahwa perusahaan menyambut baik kesepakatan tersebut. "Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Garuda untuk ekspansi armada dan perluasan rute dalam lima tahun mendatang," ujar Cahyadi kepada chapnews.id di Jakarta, Minggu (20/7/2025).

Cahyadi menambahkan bahwa Garuda telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai produsen pesawat, termasuk Boeing. Rencana pembelian 50 hingga 70 pesawat baru ini, lanjut Cahyadi, sudah digagas jauh sebelum kesepakatan tarif impor tersebut tercapai. "Sejak awal tahun, Garuda aktif menjalin komunikasi dengan berbagai lessor dan produsen pesawat, termasuk Boeing," jelasnya. Artinya, pembelian pesawat ini merupakan bagian dari rencana bisnis Garuda yang sudah terprogram, bukan semata-mata akibat kesepakatan tersebut.



