Ads - After Header

Harga Beras Meroket! Strategi Jitu Mendagri Redam Inflasi

Ahmad Dewatara

Harga Beras Meroket! Strategi Jitu Mendagri Redam Inflasi

Chapnews – Nasional – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyoroti lonjakan harga beras yang kian mengkhawatirkan. Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (25/7), Tito menegaskan perlunya strategi jitu untuk menstabilkan harga komoditas pokok tersebut. Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ini membahas serius ancaman inflasi akibat beras.

Tito mengungkapkan, beras menempati posisi ketiga sebagai penyumbang inflasi, setelah bawang merah dan cabai rawit. Lebih mengkhawatirkan lagi, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras meningkat signifikan pada minggu ketiga Juli 2025 dibandingkan minggu kedua. Lonjakan ini, menurut Tito, berdampak pada peningkatan jumlah kabupaten/kota yang terdampak dari 178 menjadi 205.

Harga Beras Meroket! Strategi Jitu Mendagri Redam Inflasi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fokus utama Tito adalah perbaikan tata kelola distribusi, khususnya di daerah-daerah kepulauan dan pegunungan yang ketergantungannya pada transportasi udara sangat tinggi. "Untuk masalah transportasi kita pikirkan, Pak, untuk membantu daerah-daerah kepulauan, daerah-daerah gunung yang sulit-sulit ini," ujar Tito. Ia bahkan mengusulkan subsidi transportasi komoditas pangan sebagai solusi efektif.

Selain itu, Mendagri juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada beras semata. Namun, Tito juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap oknum yang memanipulasi harga beras. Ia meminta agar penindakan dilakukan secara bertahap, diawali dengan peringatan kepada pelaku usaha agar menurunkan harga sesuai ketentuan.

Tito mengingatkan agar penegakan hukum tidak sampai mengganggu stabilitas pasokan beras di pasar. "Sehingga kalau mau ditindak orangnya, tapi barangnya harus diturunkan harganya, barangnya tetap bisa sampai ke masyarakat," tegasnya. Prioritas utama adalah penurunan harga, bukan penyegelan komoditas.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Hadi, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Ardiansyah, dan para pejabat terkait lainnya. Langkah-langkah konkret yang dihasilkan rapat ini diharapkan mampu meredam gejolak harga beras dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer