Chapnews – Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari pemerintah terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU). Pemerintah resmi menghentikan program BSU hingga akhir tahun 2025. Artinya, pekerja tak lagi menerima bantuan sebesar Rp600.000 yang selama ini menjadi andalan. Keputusan ini diumumkan bersamaan dengan rencana stimulus ekonomi baru yang akan diungkap pada September mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa stimulus ekonomi kuartal III-2025 tidak akan lagi mencakup BSU dan diskon tarif listrik. Program stimulus yang akan berjalan nantinya akan lebih fokus pada insentif di sektor transportasi.

"Diskon pesawat, tol, paling banyak kereta api," ujar Airlangga singkat saat ditemui di kantornya. Stimulus ini akan berupa potongan harga tiket pesawat, tol, dan kereta api, yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, tepatnya Desember 2025 hingga Januari 2026, bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak daya beli masyarakat.
Sebagai informasi, BSU tahap terakhir telah disalurkan pada Juni-Juli 2025, dengan total penerima 15,9 juta pekerja yang berhak. Masing-masing pekerja menerima bantuan sebesar Rp600.000 secara sekaligus. Dengan dihentikannya BSU, pemerintah berharap program stimulus lain dapat memberikan dampak positif yang setara bagi perekonomian nasional. Detail lengkap stimulus ekonomi terbaru akan diumumkan pemerintah pada bulan September 2025.



