Chapnews – Nasional – Pemerintah berambisi membangun 500 batalyon teritorial pembangunan (Yonterpur) di seluruh Indonesia hingga 2029. Target ambisius ini diungkap Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyatakan pembangunan 100 Yonterpur akan dilakukan setiap tahunnya. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Keuangan untuk penganggaran.
Kabar ini terungkap setelah Menhan Sjafrie, bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mentan Amran Sulaiman, dan Menkeu Sri Mulyani, meninjau Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) di Wanajaya, Bekasi, Rabu (20/8). Yonif PYV merupakan salah satu dari 100 Yonterpur yang telah terbentuk.

Menurut Menhan, Yonterpur dirancang untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya hilirisasi dan swasembada. "Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan Yonterpur akan mendukung program hilirisasi, mengamankan program hilirisasi dan juga mengamankan program swasembada," tegas Sjafrie.
Keunikan Yonterpur terletak pada keberadaan kompi kesehatan di setiap batalyon. Hal ini dinilai krusial untuk menghadapi ancaman biosecurity dan bencana alam, mengingat pengalaman pahit pandemi Covid-19. Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sering melanda Indonesia. "Kalau ada bencana alam yang 3.000-4.000-an terjadi di seluruh Indonesia dan juga dari ancaman penyakit. Sehingga dua fungsi baik pertahanan dan keamanan dari sektor kesehatan untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat Indonesia itu kita bisa dibantu oleh TNI," jelas Budi. Pembentukan Yonterpur ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.



