Chapnews – Ekonomi – Harga emas dunia diprediksi bakal meroket di awal pekan depan. Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan sejumlah faktor fundamental dan geopolitik yang menjadi pendorong utama kenaikan ini. Pada penutupan pasar Sabtu lalu, harga emas tercatat US$3.587 per troy ounce. Namun, Ibrahim memprediksi lonjakan hingga US$3.615 bahkan mencapai US$3.700 per ounce hingga akhir 2025!
"Berdasarkan analisis teknikal, harga emas dunia hingga akhir tahun diperkirakan mencapai US$3.700. Ada kemungkinan besar transaksi hari Senin akan menuju US$3.613," ungkap Ibrahim pada Minggu (7/9/2025). Ia menambahkan, jika harga mencapai US$3.613, maka potensi kenaikan berlanjut hingga US$3.670 pada Oktober, dan akhirnya US$3.700 pada akhir tahun. Namun, ia tak menutup kemungkinan adanya koreksi harga hingga level US$3.570 bahkan US$3.550.

Salah satu faktor pendorong utama adalah data tenaga kerja AS terbaru. Angka pengangguran yang turun drastis hingga 4,3 juta, jauh di bawah ekspektasi pasar, mengindikasikan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan 16-17 September mendatang. "Spekulasi penurunan suku bunga ini mendorong investor besar untuk membeli emas hingga level US$3.613 pada Senin," jelas Ibrahim.
Selain faktor ekonomi, gejolak politik AS juga berperan. Sidang banding Lisa Cook, anggota Dewan Gubernur The Fed yang dipecat oleh Presiden Trump, diprediksi akan menimbulkan ketidakstabilan politik. "Kemungkinan besar Trump akan menghadapi penolakan dari pengadilan, menciptakan situasi politik yang memanas di AS," tambah Ibrahim. Situasi ini, menurutnya, juga turut mempengaruhi kenaikan harga emas.


