Chapnews – Nasional – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melontarkan ide segar terkait program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia mengusulkan agar kantin-kantin sekolah direvitalisasi menjadi dapur MBG.
Said Abdullah menilai, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini memiliki beban yang terlalu berat. Dengan target menyiapkan 3.000 porsi makanan setiap hari, ia khawatir kualitas dan efektivitas program tidak akan optimal.

"Bebannya terlalu berat kalau 3 ribu. Pemerintah bisa mengambil langkah ekstrem dengan membuat dapur MBG di sekolah-sekolah," ujar Said di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/04).
Menurutnya, kantin sekolah yang ada dapat direhabilitasi dan dilengkapi peralatan yang memadai untuk menjadi dapur MBG. Dapur ini nantinya hanya akan memproduksi menu makanan bergizi untuk siswa di sekolah tersebut.
"Sehingga kantin sekolah direhab, diperbaiki, kemudian dicek sanitasinya. Cakupannya hanya di sekolah itu saja, itu akan lebih luar biasa," jelasnya.
Politisi tersebut menekankan bahwa MBG adalah program prioritas Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam program ini. Dari ribuan SPPG, hanya sebagian kecil yang memiliki Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
"Soal expert-nya karena dari 5.823 itu ternyata yang punya lisensi sertifikat higienis dan sanitasi kan tidak lebih hanya 34 SPPG, istilahnya dapur MBG lah ya, hanya 34 dapur," ungkapnya.
Said mengusulkan agar beban SPPG dikurangi menjadi 1.000 porsi per hari. Dengan demikian, rantai distribusi makanan akan lebih pendek dan kualitas makanan lebih terjamin. Ia juga meragukan kemampuan SPPG dalam menyimpan bahan makanan segar dalam jumlah besar tanpa fasilitas penyimpanan yang memadai.



