Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait kasus keracunan yang sempat mencuat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam diskusi bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Steve Forbes, di Jakarta, Rabu (15/5) malam, Prabowo mengungkapkan data yang cukup mengejutkan.
Prabowo menyebutkan, angka keracunan pada program MBG hanya mencapai 0,0007 persen dari total porsi makanan yang telah didistribusikan kepada seluruh penerima manfaat. Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berupaya menekan angka ini hingga nol kasus. "Memang ada gangguan. Ada keracunan makanan. Tapi ketika kita menghitung jumlah makanan yang telah dibagikan, jumlah keracunan makanan, statistiknya 0,0007," jelas Prabowo, dikutip chapnews.id.

Pemerintah, lanjut Prabowo, tidak tinggal diam atas kasus keracunan tersebut. Peningkatan Standar Operasional Prosedur (SOP) terus dilakukan, termasuk penggunaan peralatan modern untuk memanaskan air dan alat makan. Saat ini, sekitar 11.900 dapur telah beroperasi dalam menjalankan program MBG, menjangkau hingga 35,4 juta penerima manfaat. "Dan itu setara dengan tujuh kali [populasi] Singapura. Jadi, kami memberi makan sebanyak tujuh kali [populasi] Singapura setiap hari," imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan bahwa kesalahan atau kekurangan dalam pelaksanaan program MBG hanya sekitar 0,00017 persen. Ia mengakui adanya kekurangan dan kasus keracunan, namun menegaskan jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan penerima manfaat. Pemerintah terus berupaya untuk menyempurnakan program MBG demi memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Indonesia.



