Chapnews – Ekonomi – Istana Merdeka menjadi saksi bisu pertemuan penting antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini membahas target ambisius Indonesia untuk mencapai swasembada di berbagai sektor strategis, termasuk energi dan pangan.
Fokus utama pertemuan adalah evaluasi proyek kilang, realisasi lifting minyak dan gas bumi, serta capaian penerimaan negara dari sektor ESDM. Bahlil melaporkan bahwa realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM telah mencapai 85% dari target yang ditetapkan dalam APBN. Selain itu, lifting minyak dan gas bumi juga dilaporkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur. Proyek ini diharapkan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dalam negeri, sehingga Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) seperti solar dan avtur.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada solar, avtur, hingga beras pada tahun 2026. Target ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan energi nasional. Langkah-langkah strategis terus dilakukan untuk mencapai target tersebut, termasuk peningkatan produksi dalam negeri, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta efisiensi penggunaan energi.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah optimis Indonesia dapat mencapai swasembada energi dan pangan pada tahun 2026. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.



