Chapnews – Nasional – Kabar baik datang dari Aceh Tamiang! Setelah sempat terisolir akibat banjir dan longsor, akses jalur darat menuju kabupaten tersebut kini telah berhasil ditembus dari arah Langkat, Sumatera Utara. Hal ini diungkapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), membuka harapan baru bagi penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah terdampak.
Terbukanya akses ini menjadi angin segar untuk mempercepat pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Aceh Tamiang sudah bisa ditembus dari Langkat, Sumatra Utara," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers.

Selain itu, PLN juga bergerak cepat dengan memobilisasi genset dalam jumlah besar untuk mendukung pasokan energi di Aceh Tamiang. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali listrik di beberapa wilayah secara terbatas, serta mengoptimalkan operasional RSUD yang tengah dibersihkan agar segera berfungsi kembali.
Aksesibilitas juga meningkat di wilayah lain. Jalur darat dari Pidie Jaya menuju Aceh Tengah sudah dapat dilalui, begitu pula akses ke Gayo Lues dari Banda Aceh, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya. "Sebelumnya Gayo Lues dan Aceh Tamiang merupakan dua kabupaten yang masih sulit untuk ditembus akses darat, saat ini sudah terbuka," jelas Abdul.
Dengan terbukanya akses darat, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan logistik untuk perbaikan infrastruktur kelistrikan akan segera digeser menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan. Fokus selanjutnya adalah pemulihan dua jembatan di Meureude dan Bireuen. Diharapkan, dalam satu minggu ke depan, lintas timur Provinsi Aceh dapat kembali dilalui sepenuhnya.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bahkan telah tiba di Aceh Tamiang pada Rabu (3/12) malam, melalui jalur darat dari Kota Langsa. "Semalam pak Gubernur jam 23.00 bisa masuk ke Tamiang melalui jalur darat dari kota Langsa, beliau sampai jam 23.00 sampai jam 03.00 di Tamiang, melaporkan kepada kita kondisi di Tamiang sudah mulai adanya bau daripada bangkai," ungkap Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.
Tim penyelamat terus berupaya menjangkau daerah pedalaman dan pesisir untuk mengevakuasi dan membantu para korban. Kondisi di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat masih menjadi perhatian utama, dan upaya penembusan akses terus dilakukan.



