Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Para pelaku usaha dari sektor industri strategis, mulai dari baja, alas kaki, hingga tekstil dan produk tekstil (TPT), menyuarakan kegelisahan mereka langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan penting ini berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 13 Desember 2025, di mana Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memimpin delegasi untuk membahas berbagai persoalan krusial yang membayangi daya saing industri nasional.


Menkeu Purbaya (Foto: Chapnews.id)
Anindya Bakrie menegaskan bahwa kehadiran Kadin tidak sendirian. Mereka didampingi oleh perwakilan asosiasi serta para pelaku usaha, baik dari segmen hulu maupun hilir, yang merepresentasikan ketiga sektor vital tersebut. "Kami datang dengan asosiasi-asosiasi dan para pelaku di tiga bidang. Yang pertama baja, baik hulu maupun hilir. Yang kedua alas kaki. Dan yang ketiga TPT, tekstil dan garmen, yang juga memiliki hulu dan hilir," ujar Anindya, mengutip pernyataannya.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah banjirnya produk impor, khususnya di industri baja. Anindya menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap arus barang dari luar negeri. "Banyak anggota kami menyampaikan agar impor diperhatikan. Kalau legal, ya oke. Tapi kalau ilegal bagaimana? Untuk yang legal pun perlu dilihat kemampuan dari dalam negeri," tegas Anindya, menekankan pentingnya melindungi pasar domestik dari praktik impor ilegal dan memastikan kapasitas produksi dalam negeri tidak tergerus.
Tak hanya baja, industri alas kaki turut menjadi agenda pembahasan serius. Sektor ini memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang utama ekspor Indonesia, dengan tujuan pasar besar seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa. Dalam diskusi, Kadin juga mengangkat isu-isu krusial terkait struktur pengupahan yang kompetitif serta aspek lingkungan yang berkelanjutan, yang menjadi tuntutan pasar global.
Sementara itu, di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), fokus diskusi mengerucut pada strategi untuk mengembalikan dan memperkuat daya saing industri yang belakangan ini menunjukkan tren penurunan. Para pengusaha berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan keberlangsungan sektor padat karya tersebut di tengah persaingan global yang semakin ketat.



