Ads - After Header

Keraton Solo Memanas! Pegawai BPK Diusir Paksa, Ada Apa?

Ahmad Dewatara

Keraton Solo Memanas! Pegawai BPK Diusir Paksa, Ada Apa?

Chapnews – Nasional – Ketegangan kembali menyelimuti Keraton Surakarta setelah sejumlah pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dilaporkan diusir paksa dari Museum Keraton Surakarta pada Sabtu (13/12) lalu. Insiden ini terjadi di tengah upaya kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya untuk mengambil alih kendali area keraton dengan memasang kamera pengawas (CCTV) dan mengganti gembok pada pintu-pintu vital.

Peristiwa dramatis ini mencuat saat petinggi Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, yang dikenal sebagai pendukung SISKS Pakubuwana XIV Mangkubumi, sedang berada di Jakarta untuk memenuhi undangan Kementerian Kebudayaan. Kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh pihak Purbaya untuk melancarkan aksinya.

Keraton Solo Memanas! Pegawai BPK Diusir Paksa, Ada Apa?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut kesaksian BRM Suryomulyo Saputro, cucu SISKS Pakubuwana XIII yang berada di lokasi, kejadian bermula ketika sekelompok orang dari kubu Purbaya tiba-tiba memasang CCTV di beberapa titik strategis, termasuk di area Smorokoto, museum, dan depan pintu Kasentanan. Tak lama berselang, dua putri Pakubuwana XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbai dan GKR Devi Lelyana Dewi, bersama belasan pendukung kubu Purbaya, mendatangi museum dan secara paksa meminta pegawai BPK Wilayah X untuk segera meninggalkan lokasi.

"Tiba-tiba diusir, dipaksa keluar dari museum, lalu digembok semua," ujar Suryo kepada chapnews.id. Ia menambahkan bahwa setelah area museum dikosongkan, pihak Purbaya langsung mengganti gembok-gembok lama menggunakan gerinda, kemudian memasang gembok baru. Penggantian gembok tidak hanya terjadi di museum, tetapi juga meluas ke pintu utama menuju kompleks Kedhaton, yakni Kori Kamandungan.

Suryo menyatakan keprihatinannya atas insiden ini, terutama mengingat Museum Keraton Surakarta sedang dalam proses renovasi dan revitalisasi. Ia juga menyuarakan kekhawatiran serius bahwa penggunaan gerinda untuk memotong gembok lama berpotensi merusak pintu-pintu keraton yang berstatus benda cagar budaya tak ternilai.

Di sisi lain, Juru Bicara SISKS Pakubuwana XIV Purbaya, KPA Singonagoro, membenarkan adanya penggantian gembok pada sekitar 10 pintu keraton, termasuk Kamandungan, Kasentanan, kantor Sasono Wilopo, Perpustakaan, Sasana Handrawina, dan museum. Namun, Singonagoro dengan tegas membantah adanya pengusiran. Ia mengklaim bahwa penggantian kunci dilakukan agar Babadan (kabinet) bentukan kubu Purbaya dapat bekerja dengan optimal dan lancar. "Jadi tidak ada pengusiran. Bisa dilihat, orang-orang di sana masih ada kok," kilahnya, mencoba menepis tudingan.

Insiden ini menambah daftar panjang konflik internal yang terus melanda Keraton Surakarta, menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan pelestarian budaya dan warisan sejarah di tengah perebutan kekuasaan yang tak kunjung usai.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer