Ads - After Header

Sumut Tak Perlu Bencana Nasional? Bobby Ungkap Fakta Mengejutkan!

Ahmad Dewatara

Sumut Tak Perlu Bencana Nasional? Bobby Ungkap Fakta Mengejutkan!

Chapnews – Nasional – Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, baru-baru ini menanggapi desakan publik terkait penetapan status bencana nasional untuk wilayahnya yang dilanda serangkaian bencana alam. Dengan tegas, Bobby menyatakan bahwa status tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak, mengingat bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat sudah sangat optimal dan terasa di lapangan sejak awal musibah terjadi.

Menurut Bobby, kekuatan pemerintah pusat telah dikerahkan secara penuh untuk membantu penanganan bencana di Sumatra Utara. Ia mencontohkan bagaimana keterlibatan TNI AU dengan penyediaan helikopter menjadi kunci pembuka akses ke daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau. "Apakah helikopter kita di Sumut ini ada? Tidak ada. Kami bisa datang ke sana, bisa buka akses ke sana karena ada bantuan helikopter dari TNI AU. Itu dari mana? Dari pusat," ujar Bobby, seperti dikutip chapnews.id.

Sumut Tak Perlu Bencana Nasional? Bobby Ungkap Fakta Mengejutkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya itu, Bobby juga membeberkan bantuan material untuk pembangunan jembatan darurat di beberapa titik krusial, seperti di Belawan dan Tapanuli Tengah, yang juga datang dari pusat. Distribusi logistik vital seperti pangan, bahan bakar minyak (BBM), hingga pasokan LPG, juga telah disalurkan secara masif sejak hari-hari pertama bencana. Bahkan, PLN pun turut serta dalam upaya pemulihan infrastruktur kelistrikan.

Meskipun jalur utama dari Medan menuju Tapanuli Tengah sempat terputus, Bobby menjelaskan bahwa bantuan dari pemerintah pusat tetap berhasil menjangkau wilayah terdampak melalui pengalihan rute via Sibolga. "Kekuatan yang sudah diberikan negara hari ini sangat membantu. Sangat-sangat membantu," tegas menantu Presiden Jokowi ini.

Bobby juga menepis anggapan bahwa status bencana nasional akan serta-merta mempercepat pembangunan infrastruktur permanen. Ia beralasan, dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi, jembatan darurat yang dibangun belum tentu bisa langsung menjadi permanen. "Contoh di Tapanuli Tengah kita sudah bangun jembatan. Memang kalau pakai bencana nasional jembatannya langsung bisa jadi jembatan permanen? Tidak juga," jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga telah mengirimkan tujuh unit alat berat tambahan yang difokuskan ke Tapanuli Tengah untuk membuka akses. Bobby mengklarifikasi bahwa istilah ‘terisolasi’ bukan berarti sama sekali tidak bisa dijangkau, melainkan belum bisa dilalui kendaraan. "Kemarin dari pusat sudah tujuh ya alat berat tambahan dikirim ke Tapteng, difokuskan ke Tapteng, karena di sana tinggal yang terisolir, bahasa terisolir itu bukan sama sekali tidak bisa diakses ya, tapi tidak bisa diakses kendaraan," paparnya.

Oleh karena itu, menurut Bobby, yang terpenting saat ini adalah memastikan akses dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi, terlepas dari status bencana yang ditetapkan. "Secara bantuannya sudah sama bisa dibilang seperti bantuan bencana nasional ya tapi statusnya masih di tingkat provinsi. Saya rasa bantuannya luar biasa," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer