Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Gawat! 11 Daerah di Aceh Perpanjang Status Darurat Bencana

Chapnews – Nasional – Jakarta – Situasi kebencanaan di Provinsi Aceh masih memerlukan perhatian serius. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa sebanyak 11 dari 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana di wilayah tersebut telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memaksimalkan penanganan dan respons terhadap dampak bencana yang masih terasa.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa perpanjangan status tanggap darurat ini akan berlaku hingga satu minggu ke depan. "Sebanyak 11 dari 18 kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh memperpanjang status tanggap darurat," ujar Suharyanto dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis lalu, seperti dilansir chapnews.id. Ia menambahkan, tujuh kabupaten dan kota lainnya kini telah memasuki fase transisi dari darurat menuju pemulihan.

Sebelas wilayah yang mempertahankan status tanggap darurat adalah Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Nagan Raya, dan Kota Lhokseumawe.

Dari daftar tersebut, tujuh kabupaten di antaranya dikategorikan mengalami dampak banjir yang sangat parah. Ketujuh wilayah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues.

Sementara itu, tujuh kabupaten dan kota yang telah beralih ke masa transisi dari darurat ke pemulihan adalah Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Singkil.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menambahkan bahwa bencana yang melanda telah memengaruhi skala yang cukup luas, yakni 3.978 desa yang tersebar di 225 kecamatan dalam 18 kabupaten/kota. Menurut Nasir, kebutuhan mendesak para korban saat ini telah bergeser fokusnya dari bantuan pangan ke non-pangan. "Kebutuhan mendesak korban bencana saat ini sudah beralih kepada nonpangan seperti tenda pengungsian, tandon dan air bersih, lampu emergensi, bahan medis, peralatan dapur, dan lainnya," jelasnya.

Nasir juga merinci total logistik yang telah disalurkan selama periode tanggap darurat mencapai 1.251,6 ton. Angka ini merupakan bagian dari 1.478,8 ton total bantuan yang diterima, mencakup baik jenis makanan maupun non-makanan.

"Dengan adanya kabupaten/kota yang sudah memasuki masa transisi, maka pemulihan segera dilakukan. Untuk tahap awal, kami mendorong perbaikan rumah rusak ringan dan sedang guna mengurangi angka pengungsian," pungkas M Nasir, menggarisbawahi prioritas pemulihan pasca-bencana.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer