Ads - After Header

Banjir Purbalingga: Gelondongan Kayu Terjang Rumah!

Ahmad Dewatara

Banjir Purbalingga: Gelondongan Kayu Terjang Rumah!

Chapnews – Nasional – Banjir bandang menerjang Desa Serang dan Sangkanayu di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/1) dini hari, membawa material lumpur dan kayu gelondongan yang merusak permukiman warga. Luapan sungai di lereng Gunung Slamet ini mengakibatkan satu korban jiwa dan kerusakan parah pada infrastruktur serta rumah-rumah penduduk.

Seorang warga Desa Serang, Solihah (26), dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir yang deras. Rumahnya pun roboh rata dengan tanah akibat terjangan banjir bandang. Kondisi jalan desa juga mengalami kerusakan signifikan, dengan sisa lumpur dan kayu gelondongan masih terlihat meski sudah ada upaya pembersihan oleh tim relawan.

 Banjir Purbalingga: Gelondongan Kayu Terjang Rumah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut keterangan warga setempat, material banjir sempat melintasi jalan utama menuju Basecamp Pos Bambangan, salah satu jalur pendakian populer ke Gunung Slamet. Dampak terparah dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Soso.

Tri Sasongko (29), warga Desa Sangkanayu, menuturkan bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Hujan saat itu tidak terlalu deras, namun angin kencang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. "Tiba-tiba luapan sungai sangat deras karena tertutup sesuatu," ungkap Tri, menggambarkan bagaimana air setinggi satu meter menerjang permukiman mereka selama sekitar 30 menit.

Saryono Sakirin (68), warga lainnya, kehilangan rumah dan seluruh peralatan produksi batakonya akibat banjir bandang. Ia menceritakan bagaimana istrinya membangunkannya saat air sudah masuk ke dalam rumah. "Air besar sekali. Saya panik dan naik ke lantai dua, tetapi air semakin besar dan suara gemuruh sangat menakutkan," ujarnya.

Arus banjir yang deras membawa batang kayu besar yang menghantam tiang penyangga rumahnya. Akibatnya, sebagian bangunan rumahnya hanyut terbawa arus, termasuk kantor kecil untuk usaha batako, tembok keliling, dan bahan bangunan. Dua sepeda motor miliknya juga terseret banjir, sementara satu unit kendaraan Tossa tertimbun lumpur.

Saryono memperkirakan kerugian akibat banjir bandang ini mencapai ratusan juta rupiah, termasuk material batako, genteng, dan seluruh peralatan produksi yang hilang. Pihak berwenang setempat masih melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir bandang di Purbalingga.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer