Chapnews – Nasional – Banjir dahsyat masih merendam 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, selama hampir dua pekan terakhir. Bencana hidrometeorologi yang dimulai sejak Senin (12/1) ini telah berdampak pada kehidupan sekitar 49 ribu jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa dari total 29 kecamatan yang ada di wilayahnya, 24 di antaranya terendam banjir. "Jumlah keluarga yang terdampak mencapai lebih dari 20 ribu kepala keluarga, dengan total jiwa kurang lebih sekitar 49 ribu," jelas Taufik, Sabtu (24/1).

Ketinggian air bervariasi di berbagai wilayah terdampak, mulai dari 40 sentimeter hingga 1 meter. Kondisi terparah terjadi di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, di mana ketinggian air mencapai 70 sentimeter hingga 5 meter.
Menurut Taufik, banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai yang melintasi Kabupaten Tangerang. Selain merendam permukiman warga, banjir juga melumpuhkan fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas.
BPBD Kabupaten Tangerang saat ini tengah menunggu penetapan status tanggap darurat bencana dari Bupati Tangerang. Status ini penting untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah terdampak. Taufik mengakui bahwa keterbatasan anggaran operasional menjadi kendala utama dalam penanganan banjir.
"Karena ini juga untuk anggaran murni yang sudah habis. Kami sudah cukup keteteran," tegas Taufik. Diharapkan, penetapan status tanggap darurat akan membuka akses terhadap dana darurat yang telah dialokasikan dalam APBD 2026.


