Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Para pelanggan listrik PLN di seluruh Indonesia dapat bernapas lega. Pemerintah telah memutuskan bahwa tarif dasar listrik per kilowatt-hour (kWh) untuk periode Februari 2026 akan tetap stabil, melanjutkan kebijakan tanpa kenaikan pada kuartal I-2026. Namun, pertanyaan besar yang masih menggantung adalah apakah diskon tarif listrik 50% yang pernah menjadi angin segar bagi masyarakat akan kembali diberlakukan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menetapkan bahwa tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi tidak akan mengalami perubahan sepanjang Januari hingga Maret 2026. Keputusan ini memberikan kepastian bagi jutaan rumah tangga dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik PLN.

Meskipun demikian, harapan akan adanya diskon tarif listrik kembali mencuat. Pemerintah diketahui pernah memberlakukan diskon tarif listrik sebesar 50% pada tahun 2025 sebagai salah satu stimulus ekonomi untuk meringankan beban masyarakat. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kebijakan diskon serupa untuk tahun 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi spekulasi tersebut. Usai mengikuti retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Bahlil menegaskan bahwa belum ada pembahasan internal pemerintah mengenai potensi diskon tarif listrik 50% pada tahun ini. "Belum ada pembahasan," ujarnya singkat.
Stabilitas tarif listrik ini didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero). Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa penyesuaian tarif tenaga listrik bagi pelanggan non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan. Proses penyesuaian ini mengacu pada perubahan realisasi parameter ekonomi makro, yang meliputi nilai tukar kurs rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).
Dengan demikian, meskipun tarif dasar listrik dipastikan tidak naik, pelanggan diharapkan untuk tidak terlalu berharap pada diskon besar seperti tahun sebelumnya, setidaknya hingga ada kebijakan resmi yang diumumkan oleh pemerintah. chapnews.id akan terus memantau perkembangan terkait kebijakan tarif listrik dan potensi diskon di masa mendatang.



