Chapnews – Nasional – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memimpin aksi bersih-bersih sampah besar-besaran di sepanjang Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu pagi lalu. Kegiatan ini menjadi sorotan publik karena kedua pejabat tinggi tersebut tak segan turun langsung memungut sampah, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi dimulai dari Kantor Kelurahan Pondok Jagung, menyasar area vital seperti trotoar, saluran drainase, dan bahu jalan yang kerap dipenuhi berbagai jenis limbah, terutama sampah plastik. Hanif dan Benyamin terlihat aktif menyusuri rute sepanjang kurang lebih satu kilometer, hingga kawasan depan Batalion Kavaleri 9, didampingi jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif dan Wali Kota Benyamin juga berinteraksi langsung dengan para pedagang kaki lima di pinggir jalan. Salah satu momen menarik adalah ketika Hanif menegur seorang pedagang kelapa muda terkait pengelolaan sisa dagangannya. "Ini sampah buang ke mana?" tanya Hanif, mengingatkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mengelolanya dengan baik, meskipun pedagang tersebut mengaku sampahnya diangkut oleh petugas kebersihan.
Selain fokus pada pembersihan, rombongan juga meninjau kondisi drainase di beberapa titik yang dinilai rawan tersumbat. Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel turut dikerahkan dengan membawa peralatan lengkap dan armada pengangkut sampah untuk memastikan area yang dibersihkan benar-benar bebas dari timbunan limbah.
Kegiatan ini berhasil menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Serpong. Beberapa warga tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan dan mengabadikan momen langka ini, sementara arus lalu lintas dilaporkan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Aksi bersih-bersih ini sejalan dengan perhatian serius pemerintah pusat terhadap permasalahan sampah nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti bahwa hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) pada tahun 2028, bahkan mungkin lebih cepat. Menurut Prabowo, mengatasi gunungan sampah merupakan masalah krusial yang harus segera dibereskan demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.



