Ads - After Header

Mangkrak 10 Tahun, Pipa Gas Natuna-Pemping Siap Gemparkan Energi!

Ahmad Dewatara

Mangkrak 10 Tahun, Pipa Gas Natuna-Pemping Siap Gemparkan Energi!

Chapnews – Ekonomi –
JAKARTA – Setelah satu dekade lamanya terkatung-katung, proyek vital pembangunan pipa gas West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping akhirnya menemui titik terang. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengumumkan dimulainya konstruksi pada bulan Februari 2026, menandai babak baru penguatan pasokan gas domestik untuk sistem kelistrikan nasional.

Mangkrak 10 Tahun, Pipa Gas Natuna-Pemping Siap Gemparkan Energi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepastian ini datang setelah penandatanganan kesepakatan Tie-in Agreement (TIA) yang krusial antara PLN EPI dengan pihak terkait. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menegaskan bahwa TIA ini menjadi kunci pembuka jalan bagi pembangunan fisik pipa. "Dengan disepakatinya TIA ini, PLN EPI memperoleh kepastian akses pembangunan pipa WNTS-Pemping ke ruas pipa WNTS sehingga proses konstruksi bisa segera dimulai pada awal Februari 2026," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan penugasan langsung dari Menteri ESDM kepada PLN EPI. Sejak awal, PLN EPI telah menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction), hingga perolehan Izin Lingkungan. Rakhmad menambahkan, "Kesepakatan ini menjadi bagian penting dalam merealisasikan terbangunnya pipa WNTS-Pemping yang sudah menjadi cita-cita sejak lebih dari satu dekade lalu untuk mengalirkan gas dari wilayah kerja Natuna ke pasar domestik terutama untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan di wilayah Batam dan Sumatra bagian Tengah."

Penyelesaian pipa ini juga terintegrasi dengan rencana penyaluran gas dari wilayah kerja Duyung. Sebelumnya, pada 11 Juli 2025, PLN EPI telah meneken Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited, dengan komitmen volume gas mencapai 111 BBTUD selama 11 tahun. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk memastikan stabilitas pasokan energi.

Di balik kelancaran proyek ini, terdapat negosiasi alot terkait klausul liabilities dalam TIA. Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menjelaskan bahwa pembahasan panjang tersebut akhirnya menuntaskan skema tanggung jawab yang semula unlimited liabilities menjadi limited liabilities, dengan nilai maksimum di bawah USD100 juta. "Premi asuransi ditanggung sebagian oleh PLN EPI dan sebagian ditanggung bersama oleh WNTS JV Group. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan SKK Migas dan WNTS JV," pungkas Erma, menggarisbawahi kolaborasi yang berhasil mengatasi hambatan dan membuka jalan bagi proyek strategis ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer