Chapnews – Nasional – Ribuan warga di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten, harus menelan pil pahit setelah wilayah mereka diterjang banjir hebat pada Rabu lalu. Dua desa, Jenggot dan Kedaung, terendam air hingga melumpuhkan total aktivitas 2.029 jiwa penduduk setempat.
Camat Mekar Baru, Iman Bahlawi, mengungkapkan bahwa ketinggian air di kedua desa mencapai 90 sentimeter. "Di Desa Jenggot, 420 keluarga atau sekitar 1.300 jiwa terdampak. Sementara di Desa Kedaung, ada 729 jiwa yang turut merasakan dampak banjir ini," jelas Iman kepada chapnews.id.

Pantauan chapnews.id di lokasi menunjukkan, anak Sungai Cidurian meluap drastis, sejajar dengan atap rumah warga dan memutus akses jalan utama. Kondisi ini secara efektif mengisolasi permukiman dan menghentikan segala kegiatan warga, mulai dari bekerja hingga bersekolah.
Iman Bahlawi menambahkan, penyebab utama banjir ini adalah pendangkalan parah pada aliran anak Sungai Cidurian, yang membuat air mudah meluap saat intensitas hujan tinggi.
Sejumlah relawan terlihat sigap menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak, berupaya menjangkau setiap sudut permukiman yang terisolasi. Meskipun sebagian besar memilih bertahan di rumah masing-masing dengan keterbatasan, 80 warga dari Desa Kedaung telah dievakuasi ke posko pengungsian darurat yang didirikan di bangunan SDN Jenggati.
Menanggapi bencana berulang ini, Iman Bahlawi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah merencanakan langkah penanganan jangka panjang. "Bapak Bupati telah berjanji akan melakukan normalisasi aliran kali tersebut pada tahun 2026," pungkasnya, memberikan secercah harapan bagi warga Mekar Baru yang kerap menjadi langganan banjir.


