Chapnews – Nasional – Jakarta bersiap menyambut era baru transportasi publik yang lebih hijau dan modern. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menargetkan bahwa pada tahun 2029, seluruh armada Transjakarta akan didominasi oleh bus listrik, mencapai angka fantastis 10.000 unit. Pernyataan ambisius ini disampaikan Pramono saat berbicara di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/5).
"Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus elektrik," ujar Pramono, menggarisbawahi visi besar transisi energi di sektor transportasi umum ibu kota. Penambahan armada secara masif ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan transportasi publik yang lebih hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mengurangi emisi karbon di perkotaan.

Peningkatan signifikan jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta menjadi salah satu pendorong utama di balik target ambisius ini. Pramono mengakui adanya lonjakan penumpang yang pesat, terutama setelah kebijakan menggratiskan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat diberlakukan.
"Yang pertama harus diakui karena musim hujan seringkali menunggu cukup lama. Yang kedua, orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat. Karena apa? 15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang naik transportasi umum itu menjadi habit baru," jelas Pramono. Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang mulai menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama.
Tak hanya fokus pada internal kota, Pramono juga menyampaikan kabar gembira bagi para komuter dan pelancong. Pekan depan, layanan Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta akan resmi dibuka. Dengan 20 unit bus yang siap beroperasi setiap 5 hingga 10 menit, rute ini diharapkan mampu memfasilitasi mobilitas warga. Pramono memastikan, tarif untuk rute baru ini tidak akan mengalami kenaikan.
"Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetap sebelum jam 6 pagi Rp2.000, setelah jam 6 pagi Rp3.500," pungkasnya, menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk menjaga keterjangkauan transportasi publik. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya modern dan ramah lingkungan, tetapi juga mudah diakses dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.



