Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumpulkan sejumlah perwira tinggi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam sebuah Rapat Pimpinan (Rapim) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 9 Februari. Pertemuan penting ini dijadwalkan untuk mendengarkan arahan langsung dari Kepala Negara terkait berbagai isu strategis.
Para petinggi institusi pertahanan dan keamanan negara ini mulai berdatangan sejak pagi hari, menandakan dimulainya agenda penting tersebut. Salah satu yang terlihat hadir adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono. "Hari ini ada Rapim TNI-Polri, ada arahan dari Pak Presiden," ujar Tonny singkat kepada awak media yang menanti di lokasi.

Senada dengan KSAU, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa Rapim ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Maruli menambahkan, setelah menerima arahan dari Presiden Prabowo, akan dilanjutkan dengan Rapim TNI secara keseluruhan, kemudian disusul Rapim Angkatan Darat. "Nanti ada Rapim TNI lagi, ada rapim Angkatan Darat lagi," jelasnya, mengindikasikan rangkaian koordinasi yang komprehensif.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo juga turut hadir dalam pertemuan penting ini. Namun, ia memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai detail agenda. "Kita ikuti saja ya," ucap Dedi singkat saat ditanya wartawan.
Selain para pimpinan angkatan dan kepolisian, sejumlah pejabat TNI-Polri yang kini bertugas di lembaga lain juga tampak hadir. Di antaranya adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto dan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Komjen Pol M. Iqbal. Kehadiran mereka menunjukkan cakupan luas dari arahan yang akan disampaikan Presiden Prabowo, yang diperkirakan akan menyentuh berbagai aspek keamanan dan ketahanan nasional.



