Chapnews – Ekonomi – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan harga sejumlah komoditas pangan pokok. Kenaikan ini terpantau merata, mulai dari cabai, daging, gula, telur, hingga minyak goreng, memicu kekhawatiran di kalangan konsumen yang tengah bersiap menyambut ibadah puasa.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang dirilis pada Senin (9/2/2026) pukul 08.30 WIB, menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Fenomena ini, yang seringkali terjadi menjelang hari besar keagamaan, didorong oleh peningkatan permintaan yang tak terhindarkan.

Komoditas bumbu dapur menjadi salah satu penyumbang terbesar kenaikan harga. Bawang merah tercatat naik 0,35 persen, kini dibanderol Rp43.350 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga mengalami kenaikan tipis 0,12 persen menjadi Rp40.450 per kilogram.
Namun, lonjakan paling mencolok terlihat pada keluarga cabai. Cabai merah besar melonjak tajam 5,53 persen, mencapai Rp42.000 per kilogram. Senada, cabai merah keriting juga naik 4,99 persen, kini berada di angka Rp43.100 per kilogram. Bahkan, cabai rawit hijau mengalami kenaikan 3,26 persen menjadi Rp53.900 per kilogram. Puncak kenaikan harga cabai dipegang oleh cabai rawit merah yang meroket 13,02 persen, menembus angka Rp72.500 per kilogram.
Sektor protein hewani juga tak luput dari tren kenaikan. Daging ayam ras segar naik 1,74 persen, kini dijual Rp41.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi juga menunjukkan pergerakan ke atas. Daging sapi kualitas I naik 0,14 persen menjadi Rp143.250 per kilogram, dan daging sapi kualitas II naik 0,26 persen, kini berada di level Rp135.600 per kilogram.
Meskipun data spesifik untuk gula, telur, dan minyak goreng tidak dirinci dalam laporan PIHPS yang dikutip, indikasi kenaikan umum pada mayoritas komoditas pangan mengisyaratkan bahwa masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi pengeluaran yang lebih besar untuk kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum Ramadhan yang penuh berkah. Ikuti terus perkembangan harga pangan di kanal ekonomi chapnews.id.



