Chapnews – Ekonomi – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi langkah-langkah strategis guna membenahi pasar modal Tanah Air. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kekecewaan Presiden Prabowo Subianto terhadap anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari lalu, yang dipicu oleh peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi kepemilikan saham.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemarahan besar saat IHSG mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini, menurut Hashim, merupakan imbas langsung dari evaluasi MSCI yang menyoroti isu transparansi kepemilikan saham di pasar Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah. Ia menekankan bahwa sinergi antara otoritas bursa dengan pemerintah menjadi fondasi utama bagi manajemen baru BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan perbaikan secara cepat dan efektif.
"Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah," ujar Jeffrey Hendrik kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Jeffrey menambahkan bahwa perhatian dan dukungan dari pemerintah akan diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menuntaskan poin-poin evaluasi yang diberikan oleh indeks global tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa arahan dan dorongan dari Presiden akan menjadi pendorong bagi jajaran direksi baru untuk mengambil langkah-langkah krusial secepat mungkin. "Beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan dalam sesegera mungkin, dan itu akan kami lakukan," pungkas Jeffrey, menunjukkan keseriusan BEI dalam merespons tantangan pasar modal.



