Chapnews – Ekonomi – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di awal tahun 2026. Perusahaan pembiayaan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera ini secara resmi menerima Sertifikat Label Taat Zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sebuah pengakuan atas komitmen kuatnya dalam pengelolaan zakat perusahaan.
Penyerahan penghargaan prestisius ini berlangsung dalam rangkaian acara BAZNAS Collaboration Forum and Program Framework 2026, yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada tanggal 10 Februari 2026. Momen ini menandai pengakuan BAZNAS terhadap konsistensi PNM dalam menjalankan kewajiban syariah sekaligus berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan zakat nasional.

Label Taat Zakat bukan sekadar simbol, melainkan sebuah bentuk apresiasi dan pengakuan resmi dari BAZNAS kepada entitas perusahaan yang secara konsisten dan transparan menunaikan kewajiban zakatnya sesuai dengan ketentuan syariah. Penghargaan ini juga menyoroti kontribusi signifikan perusahaan dalam optimalisasi pengelolaan zakat nasional, termasuk penyaluran Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara efektif dan tepat sasaran.
Komitmen PNM terhadap kemaslahatan umat dan pemberdayaan ekonomi mikro memang tidak diragukan lagi. Hingga saat ini, PNM telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tersebar di 60.250 desa/kelurahan di seluruh pelosok Indonesia. Menariknya, sekitar 73 persen dari total penyaluran pembiayaan PNM telah mengadopsi skema akad syariah, menegaskan penguatan prinsip keuangan inklusif yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang beretika dan berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan ini. "Label Taat Zakat ini menjadi momentum penting bagi kami untuk semakin memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan, sekaligus memperluas jangkauan dampak sosial positif bagi para mustahik di seluruh Indonesia," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini memotivasi PNM untuk terus menjadi agen perubahan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan pengakuan ini, PNM semakin mantap dalam perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga turut serta aktif dalam mewujudkan keadilan sosial melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah. Pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel diharapkan dapat terus memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.



