Chapnews – Ekonomi – Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, kembali menyoroti potensi besar gas bumi sebagai pilar utama ketahanan energi nasional. Dorongan kuat kini diarahkan kepada generasi muda untuk aktif terlibat dalam pengembangan sektor strategis ini, mengingat peran krusial gas dalam transisi energi global menuju masa depan yang lebih hijau. Hal ini terungkap dalam pernyataan Wakil Ketua Komite Gas & LNG, Diwya Satwika Paramartha, yang menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin.
Paramartha menjelaskan bahwa gas bumi diproyeksikan akan terus menjadi komoditas vital di dekade mendatang. Dengan intensitas emisi yang lebih rendah dibandingkan batu bara dan minyak bumi, gas berperan sebagai jembatan penting menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. "Indonesia masih menyimpan potensi gas bumi yang luar biasa besar, terbukti dari beberapa penemuan lapangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya dalam keterangan yang diterima chapnews.id pada Jumat (13/2/2026). Ia menambahkan, pengembangan sektor ini mutlak memerlukan sinergi berbagai disiplin ilmu serta partisipasi aktif dari kaum muda.

Guna mewujudkan visi tersebut, Indonesian Petroleum Association (IPA) mengambil langkah konkret dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia akademik. Melalui program "IPA Goes to Campus" yang menyambangi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, IPA berupaya mempersiapkan penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026. Inisiatif ini menegaskan komitmen untuk melibatkan generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi sekaligus mengoptimalkan sektor hulu migas demi ketahanan energi Indonesia.
Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan industri adalah fondasi krusial dalam membentuk sumber daya manusia energi yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika global. "Atas nama Dewan Direksi IPA dan Panitia IPA Convex 2026, kami sangat mengapresiasi partisipasi UGM. Kehadiran kami di kampus-kampus ini adalah bagian dari komitmen kuat kami untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri energi," kata Marjolijn.
Dalam kunjungan ke UPN Veteran Yogyakarta, Anggota Komite Eksplorasi IPA, Feriyanto, turut memberikan wawasan. Ia menjelaskan bahwa eksplorasi minyak dan gas saat ini dihadapkan pada kompleksitas yang meningkat, seperti karakteristik lapangan yang semakin dalam, tekanan tinggi, dan kebutuhan akan teknologi canggih. Tantangan ini semakin mempertegas urgensi keterlibatan generasi muda dengan ide-ide inovatif dan keahlian baru untuk memastikan Indonesia dapat terus mengoptimalkan "harta karun" gasnya demi masa depan energi nasional.



