Chapnews – Nasional – Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkaniknya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi bahaya, termasuk ancaman gas beracun yang bisa keluar dari kawah kapan saja, serta kemungkinan erupsi freatik mendadak.
Pelaksana tugas Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa erupsi freatik, yang dipicu oleh kontak uap panas magma dengan air hidrotermal, dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya. Ini menambah daftar risiko yang harus diwaspadai masyarakat sekitar, selain ancaman gas berbahaya yang dapat muncul dari kawah.

Pemantauan instrumental menunjukkan lonjakan aktivitas seismik di sekitar Gunung Lokon. Tercatat ada 7 gempa embusan, 26 gempa vulkanik dangkal (VB), 5 gempa vulkanik dalam (VA), dan 106 gempa tektonik jauh. Gempa vulkanik dangkal menjadi jenis yang paling dominan, mengindikasikan pergerakan magma di kedalaman relatif dangkal yang perlu diwaspadai.
Secara visual, kawah Lokon masih mengeluarkan hembusan asap putih tipis yang mencapai ketinggian sekitar 25 meter. Fenomena ini menjadi indikator kuat adanya aktivitas panas di bawah permukaan tanah yang terus berlangsung.
Hingga evaluasi terakhir pada 31 Januari, status Gunung Lokon tetap pada Level II (Waspada). Oleh karena itu, rekomendasi keselamatan telah diperbarui sesuai dengan potensi ancaman terkini demi menjaga keselamatan warga.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan. Apabila terjadi letusan yang disertai hujan abu, warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker pelindung hidung dan mulut, serta kacamata, sangat dianjurkan untuk melindungi saluran pernapasan dan mata dari dampak abu vulkanik.
Selain itu, chapnews.id mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Lokon, khususnya saat musim hujan. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi.



