Chapnews – Ekonomi – Sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan limbah pertanian kini tengah mengubah wajah Nagari Padang Toboh, Sumatera Barat. Apa yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa hasil panen tak berguna, kini berhasil ditransformasi menjadi sumber energi dan beragam produk bernilai ekonomi tinggi. Inisiatif cerdas ini, yang memberdayakan masyarakat lokal, dipelopori oleh Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau.
Selama bertahun-tahun, komunitas di Nagari Padang Toboh bergulat dengan tantangan krusial dalam mengelola tumpukan limbah pertanian dan peternakan. Seringkali, solusi instan seperti pembakaran terbuka menjadi pilihan, yang pada akhirnya menyisakan jejak dampak negatif serius bagi lingkungan dan kualitas udara. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan baru yang lebih berkelanjutan dan inovatif.

Merespons urgensi tersebut, Pertamina Patra Niaga meluncurkan sebuah program inovatif bernama Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah (SI CADIAK). Program ini dirancang dengan fondasi ekonomi sirkular, secara fundamental mengubah cara pandang terhadap limbah; dari sekadar masalah menjadi potensi sumber daya yang menjanjikan. SI CADIAK menjadi jembatan bagi masyarakat untuk melihat nilai tersembunyi dalam setiap sisa pertanian.
Melalui pendekatan eco-inovasi yang berkelanjutan, jerami pasca-panen yang melimpah ruah tidak lagi dibiarkan menumpuk atau menjadi polutan. Sebaliknya, material organik ini diolah secara cermat dan terintegrasi. Proses ini tidak hanya berhasil meminimalisir praktik pembakaran liar yang merusak ekosistem, tetapi juga secara signifikan mendongkrak efektivitas pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Jerami kini bukan lagi sekadar sampah, melainkan bahan baku yang siap diolah menjadi produk bernilai tambah.
Transformasi ini menegaskan bahwa limbah pertanian bukan lagi sekadar residu, melainkan bahan baku produktif yang siap diolah. Dampak positifnya sangat multidimensional, mulai dari pengurangan emisi karbon dan pencemaran lingkungan, hingga penciptaan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Ini adalah langkah progresif menuju pertanian yang lebih lestari dan berdaya saing di masa depan, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi model ekonomi sirkular serupa.



