Ads - After Header

Mudik Lebaran 2026: PNS & Swasta WFA 5 Hari, Lebih Awal!

Ahmad Dewatara

Mudik Lebaran 2026: PNS & Swasta WFA 5 Hari, Lebih Awal!

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau pengaturan kerja fleksibel (Flexible Working Arrangement/FWA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta selama periode libur Lebaran 2026. Kebijakan ini memungkinkan jutaan pekerja untuk tidak perlu datang ke kantor dan bahkan dapat memulai perjalanan mudik mereka lebih awal, demi kelancaran arus lalu lintas nasional.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa keputusan strategis ini diambil dengan tujuan utama meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, pengurangan kepadatan lalu lintas pada periode-periode puncak akan meringankan beban petugas di lapangan, sehingga pengaturan arus kendaraan dapat berjalan lebih optimal dan efektif.

Mudik Lebaran 2026: PNS & Swasta WFA 5 Hari, Lebih Awal!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

WFA Diberlakukan Lima Hari

Secara spesifik, pemerintah telah menyepakati penerapan WFA selama lima hari kerja, yakni pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan ini mencakup seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta para pekerja di sektor swasta.

Dampak positif kebijakan ini telah terkonfirmasi melalui Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Hasil survei menunjukkan bahwa penerapan WFA dinilai cukup efektif dalam meredam potensi lonjakan pergerakan pada puncak arus mudik, khususnya di H-5 dan H-3 Lebaran. Dengan adanya WFA, pergerakan masyarakat cenderung lebih terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5, yakni antara H-6 hingga H-8.

Tidak hanya pada arus mudik, pada periode arus balik pun masyarakat menunjukkan preferensi serupa. Penerapan WFA terbukti cukup ampuh menekan potensi kepadatan puncak arus balik yang biasanya terjadi pada H+4 hingga H+6 setelah Lebaran. Pergeseran rencana perjalanan ini membuat hari-hari puncak kepadatan pergerakan masyarakat menjadi lebih merata, dengan sebagian memilih untuk melakukan perjalanan di luar rentang H-8 hingga H+8, baik sebelum H-8 maupun setelah H+8. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan dan memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman bagi semua.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer