Ads - After Header

SOTR Diharamkan! Jakarta Siaga Penuh, Patroli Malam Diperketat Selama Ramadan

Ahmad Dewatara

SOTR Diharamkan! Jakarta Siaga Penuh, Patroli Malam Diperketat Selama Ramadan

Chapnews – Nasional – Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bersinergi memperketat pengawasan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini diambil untuk mencegah kegiatan Sahur on The Road (SOTR) yang berpotensi menimbulkan kerawanan, serta memastikan ketertiban umum terjaga di seluruh wilayah Ibu Kota.

Kompol Robby Hefados, Kepala Bagian Operasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tim gabungan akan berpatroli setiap hari. Tim ini terdiri dari personel lalu lintas, reserse kriminal, intelijen, Samapta, Brimob, hingga Binmas. "Nantinya akan ada tim gabungan yang berpatroli untuk mengawasi SOTR setiap hari, melibatkan semua fungsi," ujar Robby kepada awak media pada Rabu (18/2).

SOTR Diharamkan! Jakarta Siaga Penuh, Patroli Malam Diperketat Selama Ramadan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Robby, Biro Operasi Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi area-area yang sering menjadi lokasi SOTR. Namun, ia menegaskan bahwa patroli tidak akan terpaku pada satu titik, melainkan akan berpindah-pindah setiap hari sesuai dinamika lapangan. "Lokasi patroli akan berpindah-pindah setiap hari, tidak hanya di satu titik," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk melarang total kegiatan Sahur on The Road pada Ramadan 2026 mendatang. Larangan ini didasari kekhawatiran bahwa SOTR kerap memicu potensi kerawanan dan tawuran. "Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan, saya tidak akan izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan, nanti saya izinkan," kata Pramono usai meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2), seperti dikutip dari chapnews.id.

Selain SOTR, Gubernur juga mengimbau organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak melakukan aksi sweeping terhadap rumah makan selama Ramadan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga suasana Ramadan tetap kondusif dan damai.

Tak hanya kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta juga mengerahkan 80 personel gabungan setiap hari. Mereka akan berpatroli untuk mengawasi tempat usaha dan menjaga ketertiban umum di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta sepanjang bulan Ramadan.

Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Rizki Adhari Jusal, menjelaskan bahwa pola operasi patroli akan bergeser, dengan fokus utama pada malam hingga dini hari. Pergeseran ini menyesuaikan dengan peningkatan aktivitas masyarakat Jakarta pada malam hari selama puasa, sementara aktivitas siang hari cenderung menurun. "Biasanya memang lebih intens patroli kita di bulan suci Ramadan itu malam, malam ke pagi hari mendekati sahur," ujar Rizki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu. "Kalau siang saya rasa juga aktivitas dari warga juga lebih rendah karena sedang berpuasa."

Patroli Satpol PP ini akan melibatkan lima regu yang menyisir seluruh wilayah DKI Jakarta, kecuali area kabupaten yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih rendah. Operasi pengawasan ini akan berlangsung selama 33 hari, dimulai satu hari sebelum Ramadan dan berakhir dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri. "Jadi kalau ditotal ada 33 hari," pungkas Rizki.

Langkah sinergis antara Polda Metro Jaya dan Satpol PP DKI Jakarta ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan ketertiban umum, mencegah kegiatan SOTR yang berujung negatif, serta memastikan tempat hiburan mematuhi aturan jam operasional. Tujuannya adalah agar bulan suci Ramadan dapat berjalan dengan tenang, khusyuk, dan aman bagi seluruh warga Ibu Kota.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer