Chapnews – Ekonomi – Pasar logam mulia kembali menunjukkan performa gemilang pada Jumat, 20 Februari 2026. Harga emas batangan dari tiga produsen utama di Indonesia, yaitu Antam, Galeri24, dan UBS, kompak melonjak signifikan. Kenaikan serentak ini menjadi sinyal positif bagi para investor dan pelaku pasar yang memantau pergerakan harga emas.
Menurut data yang dihimpun chapnews.id, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kini dibanderol Rp2.944.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp28.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang tercatat Rp2.916.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkerek naik menjadi Rp2.725.000 per gram, mencerminkan optimisme pasar terhadap komoditas investasi ini.

Bagi calon pembeli, perlu diperhatikan bahwa setiap transaksi pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarif PPh 22 ditetapkan sebesar 0,9%. Namun, bagi Anda yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat bertransaksi, tarif pajak bisa lebih rendah, yaitu 0,45%.
Tren positif juga melanda produk emas dari Galeri24 dan UBS. Emas Galeri24 mengalami kenaikan sebesar Rp31.000, dari harga sebelumnya Rp2.915.000 per gram menjadi Rp2.946.000 per gram. Sementara itu, emas produksi UBS mencatat lonjakan paling tinggi, yakni Rp36.000, membawa harganya dari Rp2.929.000 menjadi Rp2.965.000 per gram.
Sebagai informasi tambahan, emas Galeri24 dijual dengan variasi kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sedangkan emas UBS menawarkan pilihan dari 0,5 gram sampai 500 gram.
Berikut adalah rincian harga emas Antam per hari ini, Jumat (20/2/2026):
- 0,5 gram: Rp1.522.000
- 1 gram: Rp2.944.000
- 2 gram: Rp5.828.000
- 3 gram: Rp8.718.000
- 5 gram: Rp14.495.000
- 10 gram: Rp28.935.000
- 25 gram: Rp72.212.000
- 50 gram: Rp144.345.000
- 100 gram: Rp288.612.000
- 250 gram: Rp721.265.000
- 500 gram: Rp1.442.320.000
- 1.000 gram: Rp2.884.600.000
Kenaikan harga yang kompak ini menandakan sentimen positif di pasar emas, memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan aset safe-haven ini di tengah dinamika ekonomi global.


