Ads - After Header

Gebrakkan Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Bebas Tarif AS!

Ahmad Dewatara

Gebrakkan Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Bebas Tarif AS!

Chapnews – Ekonomi – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara resmi mengukir sejarah baru dalam hubungan perdagangan bilateral dengan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan penting ini, yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen. Namun, kabar gembira datang bagi pelaku usaha Tanah Air, karena ribuan produk unggulan Indonesia akan menikmati fasilitas tarif istimewa hingga 0 persen saat memasuki pasar AS. Perjanjian bersejarah ini dijadwalkan mulai berlaku efektif dalam 90 hari ke depan, setelah rampungnya proses hukum dan konsultasi internal di masing-masing negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual yang dipantau chapnews.id, mengungkapkan detail momen penandatanganan tersebut. "Hari ini Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani ART dengan Pak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang berjalan cukup lama, selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace," jelas Airlangga, menekankan signifikansi pertemuan tingkat tinggi ini.

Gebrakkan Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Bebas Tarif AS!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Capaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari diplomasi maraton yang telah digencarkan pemerintah Indonesia sejak April 2025. Tercatat, delegasi Indonesia telah melakoni tujuh putaran perundingan intensif dan lebih dari 19 kali pertemuan teknis dengan pihak United States Trade Representative (USTR). Perjuangan panjang ini akhirnya berbuah manis dengan kesepakatan yang dinilai sangat menguntungkan bagi ekonomi nasional.

Airlangga juga menegaskan keistimewaan ART ini dibandingkan perjanjian serupa yang dimiliki AS dengan negara lain. Menurutnya, ART Indonesia murni berfokus pada kerja sama ekonomi tanpa melibatkan isu-isu sensitif lainnya. "Perjanjian ini dilakukan dengan USTR bersama Duta Besar Jameson-Greer. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat setuju untuk menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia, sesuai dengan yang tercantum dalam Joint Statement sebelumnya. Hal ini juga membedakan perjanjian ART ini dengan negara lain, karena Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang tidak berkaitan dengan kerja sama ekonomi," tegasnya, menyoroti komitmen AS untuk menjaga fokus perjanjian.

1.819 Produk Indonesia Siap Banjiri Pasar AS Tanpa Tarif

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah dibebaskannya 1.819 pos tarif produk Indonesia dari bea masuk ke pasar AS. Daftar produk yang akan menikmati fasilitas tarif 0 persen ini sangat beragam, meliputi komoditas strategis seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan rempah-rempah. Selain itu, produk manufaktur berteknologi tinggi seperti elektronik, semikonduktor, dan komponen pesawat terbang juga masuk dalam daftar, bersama dengan produk fesyen seperti apparel dan tekstil, yang akan diatur melalui mekanisme kuota tarif (Tariff-Rate Quota/TRQ).

Kebijakan ini diprediksi akan membawa dampak sosial ekonomi yang sangat luas dan positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan akses pasar yang lebih mudah dan kompetitif, volume ekspor Indonesia ke AS diharapkan melonjak signifikan, mendorong pertumbuhan industri domestik, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di berbagai sektor.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer