Ads - After Header

Tak Disangka! Museum Wayang Jadi Mesin Uang DKI Jakarta

Ahmad Dewatara

Tak Disangka! Museum Wayang Jadi Mesin Uang DKI Jakarta

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan inovasi dalam menggenjot pendapatan daerah. Kali ini, sektor kebudayaan, khususnya melalui revitalisasi Museum Wayang, berhasil menyumbang kontribusi signifikan. Dengan strategi pembaruan tata pamer, pemanfaatan teknologi imersif, serta peningkatan kualitas layanan, museum ikonik ini sukses menarik puluhan ribu pengunjung dan meraup ratusan juta rupiah bagi kas daerah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Morris Danny, mengungkapkan bahwa Museum Wayang Jakarta bukan hanya sekadar ruang pelestarian warisan budaya, melainkan juga lokomotif ekonomi yang nyata. "Melalui pendekatan modernisasi tata pamer dan integrasi teknologi, kami melihat minat masyarakat terhadap seni tradisi kembali bangkit, yang secara langsung berimbas positif pada penerimaan retribusi daerah," jelas Morris, seperti dikutip dari chapnews.id.

Tak Disangka! Museum Wayang Jadi Mesin Uang DKI Jakarta
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data Bapenda DKI Jakarta mencatat, sepanjang periode Januari hingga Juni 2024, Museum Wayang berhasil menarik 95.244 pengunjung. Angka fantastis ini tidak hanya merefleksikan tingginya apresiasi publik terhadap seni wayang, tetapi juga menghasilkan penerimaan retribusi lebih dari Rp840 juta untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Capaian ini secara gamblang menegaskan bahwa museum memiliki potensi ganda: sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya, sekaligus aset daerah yang mampu menghasilkan pemasukan berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga didukung oleh kebijakan tarif retribusi yang sangat terjangkau. Museum Wayang menetapkan harga tiket masuk mulai dari Rp5.000 untuk anak-anak dan mahasiswa, Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk pengunjung dewasa, serta Rp50.000 bagi wisatawan mancanegara. Strategi harga yang inklusif ini memastikan akses budaya tetap terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Lebih dari sekadar pendapatan langsung, aktivitas wisata di Museum Wayang turut menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian di kawasan Kota Tua. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor kuliner, hingga jasa transportasi lokal turut merasakan dampak positif dari keramaian pengunjung museum. Ini membuktikan bahwa investasi pada pelestarian budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang holistik dan berkelanjutan bagi ibu kota.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer