Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara menanggapi simpang siurnya informasi dan maraknya konten di media sosial terkait anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN meluruskan bahwa alokasi dana untuk bahan makanan dalam program ini jauh berbeda dari angka Rp15.000 per porsi yang beredar luas, terutama saat bulan Ramadhan.
BGN menegaskan bahwa anggaran bahan makanan untuk program MBG telah ditetapkan secara spesifik, bukan seperti klaim yang menyimpang di berbagai platform. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa angka total Rp13.000 untuk balita hingga kelas 3 SD dan Rp15.000 untuk anak kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui, tidak seluruhnya dialokasikan untuk bahan baku makanan. Sebagian dari dana tersebut, menurut Nanik, digunakan untuk kebutuhan operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana program.

"Kami ingatkan kembali, anggaran khusus untuk bahan makanan bagi balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1-3 adalah sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara itu, untuk anak SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan ditetapkan Rp10.000 per porsi," terang Nanik dalam keterangan resminya kepada chapnews.id.
Nanik merinci lebih lanjut, selain alokasi untuk bahan baku makanan, anggaran MBG juga mencakup biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi. Dana operasional ini memiliki cakupan yang luas, meliputi berbagai kebutuhan pendukung vital. Di antaranya adalah pembayaran listrik, internet atau telepon, gas, air, insentif bagi relawan pekerja SPPG, insentif guru PIC, insentif kendaraan, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan relawan, insentif kader posyandu yang bertugas mendistribusikan makanan untuk 3B (Balita, Ibu Hamil, Ibu Menyusui), pembelian alat pelindung diri dan kebutuhan kebersihan, biaya bahan bakar mobil MBG, serta operasional kepala SPPG beserta timnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman di masyarakat dan memastikan transparansi dalam pelaksanaan program MBG yang bertujuan utama untuk meningkatkan gizi anak-anak dan ibu di seluruh Indonesia. BGN berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap porsi makanan yang disalurkan benar-benar bergizi dan sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.



