Ads - After Header

Anindya Bakrie Bocorkan Jurus Jitu Ekspor Rp600 T ke AS!

Ahmad Dewatara

Anindya Bakrie Bocorkan Jurus Jitu Ekspor Rp600 T ke AS!

Chapnews – Ekonomi – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, secara tegas mendorong industri domestik untuk lebih agresif dalam memperluas pangsa pasar ekspor produk unggulan mereka ke Amerika Serikat. Menurut catatan Kadin, potensi nilai perdagangan Indonesia dengan Negeri Paman Sam berpotensi menembus angka fantastis, setidaknya USD40 miliar atau setara dengan Rp600 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.000/USD). Terobosan ini didorong oleh kesepakatan penyesuaian tarif dagang yang baru saja disepakati antara Indonesia dan AS.

Anindya Bakrie secara tegas menekankan pentingnya bagi para pelaku usaha untuk segera memanfaatkan momentum emas dari kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS yang baru-baru ini disetujui. Terlebih, sejumlah komoditas unggulan Indonesia kini dapat diekspor ke AS dengan tarif nol persen. Sektor-sektor strategis seperti industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga elektronik diproyeksikan akan menjadi penerima manfaat utama dari kesepakatan ini. Untuk itu, industri dalam negeri dituntut untuk tidak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga berani melakukan diversifikasi produk guna memenuhi permintaan pasar AS yang beragam.

Anindya Bakrie Bocorkan Jurus Jitu Ekspor Rp600 T ke AS!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat, sebagai mitra dagang terbesar kedua Indonesia, merupakan pasar yang tidak boleh dilewatkan. Bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih besar? Jadi, kita harus berani berpikir ofensif, bukan sekadar defensif atau bertahan. Jika jalan sudah dibuka melalui penyesuaian tarif ini, maka ini adalah saatnya untuk meningkatkan kapasitas produksi demi mendulang ekspor dan devisa yang lebih besar," tutur Anin saat ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Menanggapi potensi konsekuensi dari tarif nol persen, khususnya terkait pembelian sejumlah bahan baku sebagai penentuan kuota impor, Anindya Bakrie menegaskan bahwa hal tersebut merupakan langkah yang sah dan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap neraca perdagangan kedua negara. "Saya optimistis, perdagangan dengan Amerika akan memberikan hasil yang positif. Banyak barang yang diimpor dari Amerika, seperti kedelai, kapas, maupun gandum, memang sangat kita butuhkan. Yang terpenting adalah ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi industri kita," papar Anin.

Mengenai klausul yang mensyaratkan persetujuan AS saat Indonesia menjalin kerja sama dagang dengan negara lain, Anin memastikan bahwa hal tersebut bukanlah isu krusial yang perlu dikhawatirkan oleh para pelaku usaha di Indonesia. Dorongan Kadin ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat posisi Indonesia di pasar global, dan tentu saja, mendatangkan devisa signifikan bagi negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer