Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Angin segar berembus kencang bagi sektor ekspor Indonesia. Tarif atas produk-produk unggulan Tanah Air yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) kini resmi turun drastis menjadi 15 persen. Penyesuaian signifikan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Minggu (01/03/2026), membuka peluang emas bagi peningkatan daya saing komoditas Indonesia di pasar Paman Sam.
Penurunan tarif ini merupakan kabar baik yang sangat dinanti, mengingat sebelumnya kesepakatan dagang bilateral AS-Indonesia mematok tarif sebesar 19 persen. Bahkan, kebijakan awal Pemerintahan Donald Trump sempat memberlakukan tarif yang jauh lebih tinggi, yakni 32 persen. Airlangga menjelaskan bahwa perubahan fundamental ini terjadi menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian kebijakan secara global oleh Presiden Trump.

"Tarif global kan 15 persen, maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 persen," tegas Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, seperti dilansir chapnews.id. Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia kini menikmati tarif ekspor yang lebih kompetitif sejalan dengan standar global terbaru.
Kendati ada perubahan tarif umum, Airlangga memastikan bahwa sejumlah perjanjian penting antara Indonesia dan AS yang tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) tetap berjalan sesuai rencana. Perjanjian bilateral ini akan mulai berlaku penuh setelah 90 hari dari tanggal penandatanganan, dan diikuti dengan proses ratifikasi yang diperlukan. Inti dari ART adalah pembebasan bea ekspor, atau tarif 0 persen, untuk sekitar 1.800 lebih pos tarif komoditas tertentu dari Indonesia ke AS.
"Kalau bea masuk 0 persen untuk sektor yang 1.800 lebih itu salah satu andalan kami. Jadi, diharapkan marketnya bisa ekspansi," jelas Airlangga, menggarisbawahi potensi besar perluasan pasar dan peningkatan volume ekspor. Kerja sama ekonomi strategis ini merupakan buah dari penandatanganan "agreement toward a new golden age Indo-US alliance" oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Kamis (19/02/2026).
Melalui perjanjian bersejarah ini, AS secara resmi membebaskan pengenaan tarif pada beragam produk unggulan Indonesia. Daftar komoditas yang menikmati tarif 0 persen ini mencakup sektor-sektor vital seperti tekstil, minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, hingga pesawat terbang. Sementara itu, terkait tarif impor barang dari AS ke Indonesia, Airlangga menyebutkan bahwa belum ada perubahan signifikan yang diberlakukan, dengan fokus utama saat ini adalah memaksimalkan keuntungan dari penurunan tarif ekspor produk Indonesia ke pasar Amerika.



