Chapnews – Ekonomi – Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membekukan operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau lebih dikenal sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan drastis ini diambil menyusul temuan serius mengenai pelanggaran standar mutu dan kelayakan konsumsi pangan yang disalurkan, mulai dari roti yang berjamur, buah-buahan yang sudah busuk dan bahkan berbelatung, hingga lauk pauk yang terindikasi basi.
Data yang dihimpun oleh Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN hingga 28 Februari 2026, pukul 11.20 WIB, menunjukkan total 47 kasus pelanggaran ini tersebar di tiga wilayah kerja. Secara rinci, Wilayah I menyumbang 5 insiden, Wilayah II menjadi yang terbanyak dengan 30 kasus, sementara Wilayah III mencatat 12 kejadian.

Pelanggaran yang ditemukan di lapangan sangat beragam dan mengkhawatirkan. Tim pengawas BGN melaporkan adanya roti yang sudah ditumbuhi jamur, buah-buahan yang tidak layak konsumsi karena busuk dan dipenuhi belatung, lauk pauk yang teridentifikasi basi, telur yang ditemukan dalam kondisi mentah atau bahkan busuk, hingga penyajian menu yang jelas-jelas tidak memenuhi standar kualitas gizi yang telah ditetapkan.
Menanggapi temuan ini, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan komitmen lembaganya. "Kami tidak akan mentolerir sedikit pun penyimpangan standar pangan dalam program krusial ini. Setiap temuan yang mengindikasikan pelanggaran langsung kami tindaklanjuti dengan penghentian operasional sementara, guna dilakukan evaluasi menyeluruh," ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Nanik menjelaskan lebih lanjut bahwa keputusan pembekuan operasional ini diambil setelah melalui serangkaian proses verifikasi lapangan yang ketat dan laporan berjenjang dari tim pengawasan yang tersebar di berbagai wilayah. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kualitas produk makanan itu sendiri, melainkan juga mencakup aspek manajemen dapur, efisiensi dan keamanan rantai distribusi, hingga prosedur kontrol kualitas yang diterapkan di setiap SPPG.
Beliau kembali menekankan urgensi program ini. "Program Makan Bergizi Gratis ini menyangkut langsung kesehatan dan masa depan anak-anak bangsa, sekaligus menjadi cerminan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi yang layak. Oleh karena itu, pengawasan kami laksanakan secara ekstra ketat dan transparan," pungkasnya.



