Chapnews – Nasional – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan jaminan bahwa serikat buruh akan diikutsertakan secara komprehensif dalam setiap tahapan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Penegasan ini disampaikan Dasco usai menerima kunjungan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa (3/3) lalu.
Dasco menjelaskan bahwa proses perumusan RUU ini tidak hanya melibatkan perwakilan buruh, tetapi juga asosiasi pengusaha, pemerintah, dan DPR sendiri. "Ini memang fokus utamanya adalah meminta agar dalam pembahasan Undang-Undang Tenaga Kerja ini bisa juga ikut membahas dan dilibatkan secara penuh. Tadi kami juga sudah sepakat bahwa DPR, Pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha juga ikut supaya kemudian kita dapatkan suatu undang-undang yang memang nantinya disepakati oleh semuanya," ujar Dasco, seperti dikutip dari chapnews.id.

Lebih lanjut, Dasco memaparkan jadwal pembahasan legislasi di DPR. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, DPR akan memulai pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Setelah perayaan Idulfitri, barulah pembahasan RUU Ketenagakerjaan akan digulirkan. "Kita adakan public hearing karena ini juga membahas beberapa isu sensitif dan juga harus disepakati oleh pihak-pihak sehingga kita akan adakan secara berkala," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, mengungkapkan bahwa serikat buruh akan berjuang keras untuk memasukkan isu-isu krusial seperti pesangon dan sistem alih daya (outsourcing) ke dalam RUU Ketenagakerjaan. Ia berharap agar RUU tersebut dapat menjadi payung hukum yang mengakomodasi seluruh aspirasi pekerja. "Kami juga berharap di bawah kepemimpinan Pak Prabowo dan juga janji Pak Dasco bahwa ini akan tetap langsung dibahas tentang RUU Ketenagakerjaan dan kita berharap cepat-cepat bulan sembilan ini disahkan dan juga menampung aspirasi buruh," kata Elly.
Dukungan Buruh untuk Program Pro-Rakyat Prabowo
Usai pertemuan tersebut, kedua konfederasi serikat buruh, KSPSI dan KSBSI, menyatakan dukungan penuh mereka terhadap Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk melanjutkan program-program yang berpihak kepada rakyat. "Jadi kami KSPSI, KSBSI juga tentu bersama KSPI Said Iqbal menyampaikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap teguh melaksanakan semua program yang pro-rakyat," tegas Andi Gani.
Andi Gani meyakini bahwa Prabowo memiliki keberpihakan yang kuat terhadap kaum buruh. Ia menyoroti fakta bahwa Prabowo adalah presiden pertama yang pernah hadir dalam perayaan Hari Buruh (May Day) dan sering berkomunikasi secara informal dengan serikat buruh mengenai berbagai persoalan pekerja. "Kami juga mengundang Bapak Prabowo, May Day akan tetap diadakan rencananya di Monas. Lalu tanggal 2 Mei, Bapak Presiden berkenan akan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur," ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan Dasco, Andi Gani juga menyampaikan permintaan agar pembahasan RUU Ketenagakerjaan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk buruh. "Soal public hearing, Pak Dasco akan mendorong segera Komisi IX bersama seluruh stakeholder agar secara aktif mengundang buruh dan juga pengusaha supaya ada keseimbangan," pungkasnya.
Senada dengan Andi Gani, Elly Rosita Silaban dari KSBSI juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program pemerintahan Prabowo. "Kami akan tetap mendukung semua program Pak Presiden dan juga mendukung pemerintah apalagi sekarang ini kan banyak sekali yang kami minta dari pemerintah tentang undang-undang, tentang reaktivasi PBI juga," tutup Elly.



