Ads - After Header

Ekonomi RI di Ujung Tanduk? JK Kumpulkan Ekonom Bahas Solusi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Mantan Wakil Presiden RI dua periode, Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan sejumlah pakar ekonomi terkemuka di kediamannya di Jakarta Selatan. Diskusi intensif tersebut berfokus pada analisis mendalam mengenai potensi dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas fiskal dan prospek ekonomi Indonesia ke depan, Minggu malam. Pertemuan ini menjadi sorotan sebagai upaya menguji ketahanan ekonomi nasional di tengah ancaman krisis global.

Jusuf Kalla menegaskan pentingnya bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan merumuskan tindakan konkret guna membentengi perekonomian nasional dari potensi krisis yang mungkin timbul akibat gejolak geopolitik. Menurutnya, stabilitas ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama: sentimen global, kondisi ekonomi masa lalu, serta kebijakan yang diterapkan saat ini.

Ekonomi RI di Ujung Tanduk? JK Kumpulkan Ekonom Bahas Solusi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kita tidak bisa mengubah kondisi eksternal maupun sejarah. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memberikan perhatian penuh pada kebijakan yang kita ambil sekarang," ujar JK dalam konferensi pers yang digelar setelah pertemuan tersebut, seperti dikutip dari laporan chapnews.id. Ia menekankan bahwa fokus utama harus pada respons kebijakan domestik yang adaptif dan antisipatif.

Senada dengan pandangan JK, Vid Adrison, seorang Peneliti Senior dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, yang turut hadir dalam diskusi tersebut, menyoroti kondisi fiskal Indonesia yang dinilainya cukup terbatas dalam menghadapi gejolak global. Adrison menggarisbawahi bahwa konflik geopolitik semacam ini berpotensi besar memicu lonjakan harga energi dunia, yang secara langsung dapat berujung pada peningkatan inflasi di tanah air.

"Jika pemerintah ingin mengendalikan dampak inflasi ini, opsi yang mungkin diambil adalah meningkatkan subsidi. Namun, kita harus menyadari bahwa ruang fiskal kita sangat terbatas untuk menanggung beban tersebut," jelas Adrison, menggarisbawahi dilema kebijakan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga kesehatan anggaran negara. Keterbatasan ruang fiskal ini menjadi tantangan serius dalam merespons tekanan ekonomi global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer