Chapnews – Nasional – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di wilayahnya. Melalui kebijakan terbaru, Bobby tidak hanya memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, tenaga pendidik PPPK Paruh Waktu, serta Guru Tidak Tetap (GTT), namun juga menetapkan kenaikan gaji signifikan bagi PPPK Paruh Waktu dan honor bagi Guru Tidak Tetap.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengonfirmasi kabar gembira tersebut pada Jumat (13/3). "Sudah ditandatangani oleh Bapak Gubernur terkait THR untuk rekan-rekan guru PPPK Paruh Waktu, tenaga pendidik, dan GTT provinsi," ujarnya, menegaskan langkah konkret pemerintah provinsi dalam memperhatikan nasib para pahlawan tanpa tanda jasa.

Alexander merinci, sebelumnya banyak guru yang berstatus PPPK Paruh Waktu hanya menerima upah antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap bulannya. Kini, di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, gaji pokok mereka yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu melonjak menjadi sekitar Rp2 juta per bulan. Sementara itu, untuk Guru Tidak Tetap (GTT), honorarium yang diberikan kini mencapai Rp90 ribu per jam.
"Kami akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ini ke depannya," janji Alexander. Ia menambahkan, "Insya Allah, gaji untuk bulan Januari dan Februari, beserta THR, akan mulai dibayarkan besok hari." Ia juga menekankan bahwa peningkatan taraf hidup guru merupakan salah satu agenda prioritas utama Gubernur Bobby Nasution.
Peran vital guru dalam membentuk kualitas dan kecerdasan generasi muda Sumatera Utara menjadi landasan kebijakan ini. "Kami berharap, dengan adanya kebijakan ini, kesejahteraan para guru kami akan meningkat," tutur Alexander. Ia melanjutkan, "Bagi guru yang telah bersertifikasi, dengan tambahan ini, mereka bisa membawa pulang sekitar Rp4 juta. Lebih dari itu, ini juga diharapkan menjadi pemicu semangat bagi guru-guru kami untuk terus meningkatkan kinerja demi kualitas pendidikan anak-anak kita."


