Chapnews – Nasional – Dalam sebuah pernyataan mengejutkan di tengah ketidakpastian ekonomi global, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengisyaratkan kemungkinan pemotongan gaji bagi para anggota kabinet dan parlemen (DPR). Usulan ini muncul sebagai respons terhadap gejolak ekonomi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak serius pada stabilitas keuangan negara.
Prabowo menegaskan bahwa langkah penghematan ini, jika diterapkan, bertujuan untuk mengumpulkan dana yang nantinya dapat dialokasikan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sidang kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3).

Situasi global saat ini diperparah oleh melonjaknya harga minyak dunia, salah satunya akibat penutupan Selat Hormuz, yang secara signifikan memengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional. Oleh karena itu, kebutuhan untuk melakukan penghematan menjadi sangat mendesak.
Untuk memberikan gambaran konkret mengenai langkah-langkah adaptif yang bisa diambil, Prabowo mencontohkan kebijakan ekstrem yang telah diterapkan oleh Pakistan dalam menghadapi krisis serupa. "Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR," ujar Prabowo, sebagaimana dilansir chapnews.id.
Selain pemangkasan gaji, Pakistan juga menerapkan serangkaian kebijakan ketat lainnya. Ini termasuk kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) hingga 50% untuk semua kantor pemerintah dan swasta, serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu. Pemerintah Pakistan juga memangkas ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk seluruh kementerian dan mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak beroperasi.
Langkah-langkah penghematan lainnya meliputi penghentian semua belanja kendaraan dan perabot kantor untuk seluruh lembaga pemerintahan hingga waktu yang belum ditentukan. Kunjungan ke luar negeri juga dihentikan, dan penggunaan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dilarang keras. Bahkan, sektor pendidikan tinggi di Pakistan diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
Prabowo menekankan bahwa contoh-contoh dari Pakistan ini merupakan bahan kajian serius bagi Indonesia. "Ini hanya contoh, maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa kaji masalah ini, saya kira kita juga harus upayakan bahwa kita lakukan penghematan," pungkasnya, menyerukan pentingnya upaya kolektif dan komitmen dari seluruh pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi global demi kepentingan bangsa.



