Chapnews – Ekonomi – Pasar logam mulia kembali dikejutkan dengan pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mengalami penurunan signifikan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Tercatat, harga emas Antam anjlok Rp24.000 per gram, kini berada di level Rp2.997.000, menembus batas psikologis Rp3 juta. Fenomena ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor dan kolektor emas di Tanah Air.
Koreksi harga tidak hanya terjadi pada emas batangan, namun juga berdampak pada harga buyback atau harga yang diterima investor saat menjual kembali emas batangan mereka. Harga buyback juga mengalami koreksi tajam, turun Rp34.000, sehingga kini berada di angka Rp2.749.000 per gram. Penurunan ganda ini memberikan sinyal bagi pelaku pasar untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi.

Harga-harga tersebut berlaku untuk transaksi yang dilakukan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta Selatan. Namun, perlu dicatat bahwa ketersediaan beberapa pecahan emas di laman resmi Logam Mulia dilaporkan masih terbatas, mengindikasikan tingginya permintaan atau kendala pasokan.
Bagi para investor, memahami implikasi pajak adalah krusial. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, PPN tidak dipungut dalam transaksi emas batangan, sehingga nilai PPN tidak diperhitungkan dalam total pembayaran. Namun, tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen tetap diberlakukan, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, di mana PT ANTAM Tbk akan bertindak sebagai penerbit bukti potong.
Berikut rincian harga pecahan emas Antam per Sabtu, 14 Maret 2026, berdasarkan informasi terkini dari laman resmi Logam Mulia:
- Emas 0,5 gram: Rp1.548.500
- Emas 1 gram: Rp2.997.000
- Emas 2 gram: Rp5.944.000
- Emas 3 gram: Rp8.898.000
- Emas 5 gram: Rp14.800.000
Penurunan harga ini bisa menjadi peluang bagi sebagian investor untuk mengakumulasi aset, namun juga menjadi tantangan bagi mereka yang berencana menjual dalam waktu dekat. Para pegiat investasi emas disarankan untuk terus memantau pergerakan harga dan kebijakan terkait guna membuat keputusan yang tepat.


