Ads - After Header

Rupiah Rp17.000: Menteri Purbaya Dihujat, Ini Pembelaannya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi pusat perhatian publik setelah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp17.000. Pelemahan mata uang Garuda, yang salah satunya dipicu oleh konflik geopolitik global antara AS, Israel, dan Iran, sontak memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat, terutama di platform media sosial. Namun, Purbaya dengan tegas membantah narasi resesi dan mengklaim bahwa indikator ekonomi nasional justru menunjukkan performa yang berbeda dari kekhawatiran yang beredar.

1. Purbaya Jadi Sasaran Kemarahan Netizen

Rupiah Rp17.000: Menteri Purbaya Dihujat, Ini Pembelaannya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Purbaya tidak menampik dirinya menjadi sasaran kemarahan netizen di dunia maya. Ia secara terbuka menceritakan pengalamannya menghadapi hujatan terkait pergerakan nilai tukar Rupiah yang dianggap melemah. "Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya, ‘Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,’ tapi kita menilai harus dengan fair," ungkap Purbaya, seraya menekankan pentingnya membandingkan kondisi Indonesia dengan situasi global yang dialami negara-negara lain yang juga menghadapi tekanan ekonomi.

2. Ekonomi Indonesia Sedang Ekspansi, Bukan Resesi

Membantah keras asumsi krisis ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang dalam fase ekspansi. Ia menepis anggapan bahwa negara sedang menuju resesi layaknya krisis 1998 atau bahwa daya beli masyarakat telah hancur. "Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah. Daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum," tegasnya, menyoroti perbedaan fundamental kondisi saat ini dengan narasi negatif yang beredar di kalangan pengamat.

3. Imbauan kepada Investor: Jangan Panik!

Di tengah volatilitas pasar saham, Purbaya juga menyampaikan pesan penting kepada para investor. Ia mengimbau agar mereka tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan. Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menjaga fondasi ekonomi agar tetap kokoh di tengah tekanan eksternal global. "Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi, yang investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul," pungkas Purbaya, sebagaimana dilaporkan chapnews.id pada Minggu (15/3/2026).

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer