Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan revolusioner untuk menghadapi gejolak ekonomi global yang kian memanas, terutama akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa skema kerja dari rumah (Work From Home/WFH) akan segera diumumkan, dengan fokus pada penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Berbicara kepada awak media usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (27/3/2026), Purbaya menekankan bahwa implementasi WFH tidak akan mengorbankan produktivitas. "Tidak akan mengganggu produktivitas, asalkan kita memilih penerapannya dengan cermat," tegas Purbaya.

Purbaya memberikan contoh spesifik, menunjuk hari Jumat sebagai kandidat utama untuk penerapan WFH. Menurutnya, hari Jumat yang cenderung "pendek" secara jam kerja, sangat ideal untuk kebijakan ini. "Jika kita memilih hari Jumat, itu kan hari pendek. Jadi pasti ada penghematan BBM berapa persen," jelasnya, mengindikasikan potensi efisiensi yang signifikan dalam penggunaan energi.
Keyakinan Purbaya terhadap minimnya gangguan produktivitas didasari oleh frekuensi penerapan WFH yang hanya satu hari dalam sepekan. Ia menambahkan, sektor-sektor esensial yang memerlukan kehadiran fisik dan operasional berkelanjutan akan tetap beroperasi seperti biasa, memastikan layanan publik dan roda ekonomi tidak terhambat.
Kebijakan WFH pada hari Jumat ini diharapkan menjadi langkah proaktif pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan energi di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendorong efisiensi dalam penggunaan sumber daya tanpa mengurangi kinerja. Informasi lebih lanjut mengenai detail implementasi kebijakan ini akan segera diumumkan.



