Chapnews – Nasional – Bencana banjir masih melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, hingga Jumat (27/3). Ribuan kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak signifikan akibat luapan sungai yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak beberapa hari lalu.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menunjukkan, setidaknya 3.664 KK harus menghadapi dampak langsung dari genangan air. Wilayah yang paling parah terdampak meliputi Kecamatan Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol. Beberapa titik, seperti Dusun Bahrowo di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, mencatat ketinggian air mencapai 110 sentimeter, sementara Dusun Bandaran di Rejoso juga mengalami kenaikan hingga satu meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa pemicu utama banjir adalah hujan deras yang mengguyur Pasuruan sejak Selasa (24/3). "Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa, 24 Maret pukul 15.00-17.00 WIB, memicu luapan sungai dan diperparah oleh kondisi drainase yang tidak memadai di beberapa area," ujar Satriyo, seperti dikutip dari chapnews.id.
Merespons situasi darurat ini, Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera meninjau lokasi bencana. Bantuan logistik berupa perahu karet, pompa air, perlengkapan bayi, paket sandang, dan bantuan pangan telah disalurkan kepada warga di posko pengungsian. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan juga aktif melakukan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan, sementara Dinas Sosial Jatim memberikan dukungan pemulihan trauma (trauma healing).
Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih memilih bertahan di posko pengungsian. Tercatat 467 jiwa mengungsi di Desa Jarangan dan 10 jiwa di Desa Rejosolor. Pola pengungsian menunjukkan dinamika unik, di mana warga kembali ke rumah pada pagi hari untuk membersihkan kediaman mereka dan kembali ke posko saat malam tiba.
BPBD Kabupaten Pasuruan telah mengaktifkan shelter di tiga kecamatan, yakni Rejoso, Bangil, dan Winongan, serta menyediakan ribuan nasi bungkus setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi. Meskipun cuaca di lokasi saat ini terpantau cerah berawan, petugas tetap bersiaga penuh mengantisipasi potensi banjir susulan.
"BPBD Provinsi Jatim terus berkoordinasi dengan BMKG Maritim untuk memantau informasi pasang surut air laut. Tim gabungan BPBD juga terus menyalurkan bantuan makanan dan menyiagakan unit perahu untuk membantu mobilitas warga yang terdampak," tambah Satriyo. Upaya mitigasi dan penanganan terus dilakukan demi keselamatan dan pemulihan masyarakat Pasuruan.


