Ads - After Header

Panen Tetap Melimpah Meski Kemarau? Ini Jurus Petani RI!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Ancaman musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering tahun ini, khususnya di wilayah barat dan selatan Indonesia, tidak menyurutkan semangat para petani. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyiapkan strategi adaptif, salah satunya dengan mengandalkan teknologi canggih untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.

BRIN memproyeksikan bahwa periode kering akan berlangsung lebih lama, menuntut inovasi dalam pengelolaan sumber daya air. Menanggapi potensi tantangan ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong efisiensi penggunaan air irigasi di lahan persawahan.

Panen Tetap Melimpah Meski Kemarau? Ini Jurus Petani RI!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu pendekatan utama yang digalakkan adalah metode Alternate Wetting and Drying (AWD). "Pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian. Ketersediaan air yang terencana dan efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas," ujar Mentan Amran pada Sabtu (28/3/2026), seperti dilansir chapnews.id. Metode ini terbukti mampu menghemat penggunaan air hingga 20 persen tanpa mengorbankan hasil panen padi.

AWD bekerja dengan mengatur siklus pemberian air secara terukur, memungkinkan tanaman padi untuk tetap tumbuh optimal meskipun tidak terus-menerus tergenang. Ini berbeda dengan praktik irigasi tradisional yang seringkali membiarkan sawah terendam air secara konstan, yang berpotensi boros air.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menambahkan bahwa teknologi ini merupakan jawaban adaptif terhadap keterbatasan air di musim kemarau. "Dengan pengaturan air yang terukur, petani dapat menjaga kondisi tanaman tetap optimal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggenangan terus-menerus, sehingga lebih siap menghadapi risiko kekeringan," jelas Fadjry.

Teknologi AWD, yang pertama kali dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) pada tahun 2009, telah diadaptasi dan diterapkan di Indonesia sejak tahun 2013, membuktikan efektivitasnya dalam konteks pertanian nasional. Strategi ini diharapkan dapat menjadi benteng bagi ketahanan pangan Indonesia di tengah perubahan iklim global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer