Chapnews – Ekonomi – Ancaman El Nino Godzilla, fenomena cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan melanda mulai April 2026, telah menjadi perhatian serius pemerintah. Diperkirakan memicu musim kemarau panjang dan kering, kondisi ini berpotensi menekan produksi pertanian nasional. Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi komprehensif untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026), Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah. "Ada El Nino Godzilla ke depan, itu mulai bulan depan April. Diperkirakan sampai enam bulan. Insyaallah pangan, khususnya sektor pangan, aman," ujarnya, memberikan jaminan di tengah potensi tantangan iklim yang masif.

Amran menjelaskan, pengalaman Indonesia menghadapi El Nino pada tahun 2023 menjadi landasan kuat bagi pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih matang. Kala itu, proyeksi kebutuhan impor pangan yang sempat mencapai 10 juta ton berhasil ditekan drastis menjadi sekitar 3,7 juta ton. Keberhasilan ini, menurutnya, dicapai melalui serangkaian intervensi cepat seperti percepatan pompanisasi, pembangunan irigasi, dan optimalisasi lahan rawa.
Kesiapan infrastruktur pertanian saat ini, lanjut Amran, jauh melampaui kondisi beberapa tahun silam. "Jadi infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik," tegasnya. Ia merinci, puluhan ribu pompa air telah terpasang di berbagai sentra produksi, memastikan pasokan air yang vital bagi tanaman. Selain itu, sistem irigasi pompa juga telah beroperasi secara optimal. Yang tak kalah penting adalah program optimalisasi lahan rawa, yang memungkinkan peningkatan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga bahkan tiga kali dalam setahun, sebuah lompatan signifikan dalam produktivitas pertanian nasional.



