Chapnews – Ekonomi – PT Hutama Karya (Persero) mengumumkan proyeksi baru terkait rampungnya proses penggabungan atau merger sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi. Jika sebelumnya ditargetkan selesai lebih cepat, kini Hutama Karya mematok akhir tahun 2026 sebagai waktu penyelesaian konsolidasi raksasa ini. Penundaan ini sekaligus menepis optimisme sebelumnya yang sempat menyebut merger bisa rampung pada akhir 2025 atau kuartal I 2026, seperti yang pernah diungkapkan oleh pihak Danantara.
Pelaksana tugas (Plt) Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa molornya target ini disebabkan oleh belum rampungnya restrukturisasi keuangan entitas-entitas BUMN Karya yang akan digabungkan. Menurut Hamdani, perkiraan konsolidasi keuangan yang sebelumnya dicanangkan pada kuartal I 2026 oleh Danantara memang meleset akibat kompleksitas proses restrukturisasi tersebut.

"Secara timeline, kemungkinan restrukturisasi ini bisa kami harapkan selesai sekitar pertengahan tahun. Sehingga, mulai pertengahan tahun, proses integrasinya akan dimulai dan diharapkan tuntas di akhir tahun," terang Hamdani dalam sebuah sesi media briefing di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Untuk memastikan kelancaran proses integrasi di semester kedua nanti, Hamdani mengungkapkan bahwa sebuah Project Management Office (PMO) telah dibentuk. PMO ini bertugas untuk menyelaraskan berbagai aspek penting antara Hutama Karya dengan entitas holding lainnya, mencakup sistem perusahaan, operasional, hingga pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Hamdani tidak menampik bahwa kondisi keuangan BUMN Karya yang belum sepenuhnya stabil menjadi kendala utama dalam percepatan merger. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan restrukturisasi keuangan perusahaan-perusahaan tersebut terlebih dahulu. "Kami akan merestrukturasi mereka dulu. Setelah laporan atau buku keuangan mereka membaik, barulah mereka akan diintegrasikan ke dalam grup kami," jelasnya, menegaskan tahapan yang harus dilalui.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sempat menyatakan bahwa proses penggabungan BUMN di sektor konstruksi ini tidak akan rampung pada tahun ini (2025). Kala itu, ia menargetkan penyelesaian merger bisa dilakukan pada kuartal I 2026, sebuah target yang kini kembali direvisi oleh Hutama Karya.


