Ads - After Header

Subsidi Energi Membengkak, RI Wajib Mandiri Sekarang!

Ahmad Dewatara

Subsidi Energi Membengkak, RI Wajib Mandiri Sekarang!

Chapnews – Ekonomi – Dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, menjadi lonceng peringatan krusial bagi Indonesia untuk segera memperkokoh kemandirian energi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menekankan urgensi pemanfaatan optimal sumber daya alam domestik guna mengantisipasi gejolak pasokan dan harga energi di pasar dunia. Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa elektrifikasi, khususnya di sektor ketenagalistrikan, merupakan pilar penting dalam strategi transisi energi nasional di tengah risiko ketidakstabilan pasokan dan fluktuasi harga energi global.

Sugeng menjelaskan, elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan ketergantungan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke sumber listrik. Dengan peningkatan adopsi kendaraan listrik, konsumsi energi nasional dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan dalam negeri yang bersumber dari energi domestik. Ini tidak hanya mengurangi impor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi bangsa dari tekanan eksternal.

Subsidi Energi Membengkak, RI Wajib Mandiri Sekarang!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kebutuhan akan kemandirian energi semakin mendesak mengingat tren kenaikan subsidi energi yang signifikan. Data menunjukkan, alokasi subsidi energi melonjak dari Rp95,7 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp159,6 triliun di tahun 2023, dan terus meningkat menjadi Rp203,4 triliun pada 2024. Bahkan, total anggaran subsidi diproyeksikan mencapai Rp394,3 triliun pada 2025, dengan porsi terbesar masih untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, anggaran subsidi direncanakan sebesar Rp210,06 triliun, yang mayoritas tetap dialokasikan untuk BBM dan LPG.

Selain kendaraan, Sugeng juga mendorong konversi kompor berbahan bakar gas ke kompor listrik di sektor rumah tangga. Menurutnya, penggunaan kompor listrik menawarkan alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan jaringan listrik nasional yang telah tersebar luas di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban subsidi LPG dan meningkatkan efisiensi energi rumah tangga secara signifikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer