Chapnews – Ekonomi – Program Waste to Energy (WtE) di Indonesia diproyeksikan akan mengolah sampah dalam jumlah fantastis, mencapai 400 ribu ton setiap tahun. Dari proses ini, energi listrik yang dihasilkan mampu menerangi sekitar 22 ribu rumah tangga. Hal ini diungkapkan oleh Rohan Hafas, Managing Director (MD) Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, dalam sebuah keterangan pers baru-baru ini.
Hafas menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan estimasi dari pembangunan fasilitas WtE yang direncanakan di 33 kota di seluruh Indonesia. Meskipun masih dalam tahap progres, delapan dari 33 pabrik tersebut telah berhasil menarik investor potensial, sementara sisanya masih dalam tahap penjajakan dan negosiasi.

"Jika Indonesia berhasil mengimplementasikan program ini di 33 kota, meskipun belum menyelesaikan seluruh masalah sampah nasional, namun setidaknya sekitar 400 ribu ton sampah per tahun akan terkelola dengan baik," ujar Hafas di Kantor Danantara.
Pengelolaan sampah sebesar 400 ribu ton ini tidak hanya mengurangi tumpukan limbah, tetapi juga diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 360 ribu ton per tahun. Lebih lanjut, energi listrik yang dihasilkan dari pembakaran sampah ini diperkirakan mencapai 120 gigawatt, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi sekitar 22 ribu rumah tangga.
"Jadi, ketika 400 ribu ton sampah lenyap, 360 ribu ton emisi akan berkurang, dan listrik sebesar 120 gigawatt dapat diperoleh dari sampah, cukup untuk 22 ribu rumah tangga," tambahnya.
Menurut Hafas, pencapaian ini menyoroti potensi besar pengembangan teknologi WtE di berbagai wilayah. Mengingat jumlah kota di Indonesia yang jauh melampaui 33 lokasi awal, program ini memiliki ruang lingkup ekspansi yang sangat luas untuk masa depan, menawarkan solusi ganda bagi permasalahan sampah dan kebutuhan energi nasional.


